Keterbatasan infrastruktur telekomunikasi di wilayah 3T menyebabkan rendahnya kualitas konektivitas digital dan berdampak langsung pada layanan publik. Hasil pengukuran awal di Kabupaten Simalungun menunjukkan kekuatan sinyal sangat lemah (< -85 dBm) pada sekolah, puskesmas, dan permukiman warga, sehingga akses internet hampir tidak dapat dimanfaatkan secara produktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan konektivitas desa melalui implementasi modul pemancar sinyal berbasis mesh Wi-Fi dengan Starlink sebagai sumber internet utama. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, pengukuran kecepatan menggunakan Speedtest, instalasi perangkat, serta pelatihan literasi dan manajemen jaringan kepada 40 peserta dari unsur perangkat desa, guru, tenaga kesehatan, pemuda, dan kader digital. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan kecepatan internet hingga 150 Mbps di Kantor Desa dan lebih dari 70 Mbps di titik layanan lainnya. Peningkatan ini secara langsung mengubah kualitas layanan publik: pembelajaran daring di sekolah dasar dapat berjalan stabil, layanan puskesmas dan administrasi desa jarak jauh mulai dimanfaatkan. Selain itu, konektivitas yang lebih andal mendorong UMKM lokal untuk memanfaatkan marketplace digital. Indeks efektivitas layanan publik dan ekonomi meningkat lebih dari 60%, dengan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 95%. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan konektivitas bukan hanya persoalan teknis, tetapi menjadi katalis transformasi layanan publik dan pemberdayaan ekonomi desa.
Copyrights © 2026