Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas modul ajar berbasis Problem-Based Learning (PBL) dalam kerangka pembelajaran mendalam terhadap peningkatan teknik dasar tendangan pencak silat siswa SMAN 1 Lenteng. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental model One Group Pretest–Posttest Design dengan melibatkan 25 peserta didik sebagai sampel. Instrumen penelitian mencakup tes kognitif, angket motivasi, serta lembar observasi partisipasi, interaksi sosial, dan regulasi diri. Analisis data dilakukan menggunakan uji *paired samples t-test*. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek yang diukur, meliputi kemampuan kognitif (p < 0,001), motivasi belajar (p < 0,001), partisipasi (p < 0,001), interaksi sosial (p < 0,001), dan regulasi diri (p < 0,001). Rata-rata skor posttest meningkat secara substansial dibandingkan dengan pretest, mengindikasikan bahwa pembelajaran berbasis PBL efektif dalam memperkuat pemahaman konsep, keterampilan teknik, serta aspek afektif peserta didik. Secara keseluruhan, penerapan modul PBL mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif, kolaboratif, dan bermakna bagi siswa. Dengan demikian, pendekatan ini direkomendasikan untuk digunakan secara lebih luas dalam pembelajaran PJOK, khususnya pada materi bela diri pencak silat guna meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.
Copyrights © 2026