Urban Farming menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan akibat perubahan iklim, termasuk di kawasan Desa Masangan Kulon, Sidoarjo. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pengembangan kampung tematik urban farming dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang menekankan pemetaan dan optimalisasi asset fisik maupun nonfisik masyarakat. Pengabdian dilaksanakan melalui pemilihan lokasi prioritas di beberawa RW, pemetaan asset, observasi potensi fisik, wawancara serta Focus Group Discussion (FGD), yang diintegrasikan dalam tahapan ABCD yaitu discovery, dream, design, define dan destiny. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bentuk urban farming yang diminati warga meliputi hidroponik, aquaponic dan budikdamber namun hidroponik lebih diprioritaskan karena keterbatasan lahan, kemudahan pengelolaan dan minim dampak bau. Desain yang dihasilkan berupa modul hidroponik 1x2 meter yang adaptif untuk lahan sempit maupun luas dan dengan dukungan organisasi kemasyarakatan sebagai penggerak awal tata kelola. Keberlanjutan program ini lebih ditentukan oleh kemauan dan komitmen masyarakat disbanding aspek teknis sehingga pendampingan dan penguatan kelembagaan menjadi kunci keberhasilan program urban farming berbasis ABCD.
Copyrights © 2026