Tradisi Aggalara’ di Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan sosial. Meski begitu, tradisi ini mengalami sejumlah tantangan signifikan, terutama akibat pengaruh modernisasi dan pergeseran nilai di kalangan generasi muda. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan metode seperti wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi lapangan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dalam melestarikan tradisi Aggalara’. Berdasarkan Analisis Teori Struktural Fungsional AGIL dari Talcott Parsons, hasil penelitian mengungkapkan empat tantangan utama: (1) dominasi budaya populer yang membuat minat generasi muda terhadap budaya lokal semakin menurun, (2) kurangnya regenerasi dalam penurunan nilai-nilai tradisional, (3) pandangan negatif terkait praktik tradisional yang dianggap kuno atau bertentangan dengan keyakinan agama, dan (4) fragmentasi sosial budaya yang menyebabkan pelestarian tradisi ini hanya berlangsung di kalangan terbatas. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pelestarian yang berorientasi pada pendidikan budaya, keterlibatan generasi secara lintas umur, dan kolaborasi erat antara para pemangku kepentingan agar tradisi Aggalara’ tetap relevan dan hidup di tengah berbagai perubahan sosial yang berlangsung dinamis.
Copyrights © 2026