Pendidikan dasar merupakan fondasi penting dalam membentuk kemampuan akademik siswa, namun kenyataannya masih banyak guru yang menggunakan metode pembelajaran konvensional seperti ceramah dan tanya jawab sehingga menimbulkan kejenuhan belajar dan berdampak pada rendahnya prestasi belajar siswa, termasuk pada mata pelajaran IPAS di SDK Santo Yoseph 2 Naikoten, di mana dari 26 siswa hanya 6 siswa (23,1%) yang mencapai nilai ≥70, sementara 20 siswa (76,9%) lainnya masih berada di bawah standar dengan rata-rata kelas 60. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pembelajaran berdiferensiasi terhadap prestasi belajar siswa kelas IV. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest design yang melibatkan 26 siswa sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari nilai rata-rata pretest 60 menjadi rata-rata posttest 82, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS di SDK Santo Yoseph 2 Naikoten, dan implikasinya strategi ini penting diterapkan guru untuk menciptakan pembelajaran yang variatif, menyenangkan, serta sesuai dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa.
Copyrights © 2026