Never Let Me Go karya Kazuo Ishiguro dan Brave New World karya Aldous Huxley, dengan fokus pada tema kontrol sosial, dehumanisasi, dan kekosongan eksistensial dalam masyarakat yang terorganisir. Kajian ini diposisikan dalam ranah sastra bandingan dan intertekstualitas sastra distopia modern, yang memandang teks sastra sebagai bagian dari dialog lintas zaman dalam merespons kecemasan sosial dan perkembangan modernitas. Menggunakan pendekatan intertekstual, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana kedua novel merepresentasikan sistem sosial yang membatasi kebebasan individu melalui pembentukan struktur yang mengontrol tubuh, pikiran, dan identitas manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua karya lahir dari konteks sejarah dan periode penulisan yang berbeda, keduanya menyampaikan kritik yang berkelindan terhadap dominasi kekuasaan yang berujung pada hilangnya identitas dan makna kehidupan. Never Let Me Go menyoroti dehumanisasi klon sebagai objek biologis yang dikomodifikasi, sementara Brave New World mengkritik masyarakat konsumeristik yang meniadakan kebebasan berpikir dan kedalaman emosi manusia. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan relevansi kajian intertekstual dalam mengungkap kesinambungan dan transformasi kritik distopia terhadap kemanusiaan dalam sastra modern
Copyrights © 2026