Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Sindrom Misogini Dalam Cerpen “Wah Wah Wah’ Karya Tsi Taura: Analisis Psikologi Sastra Lela Erwany; Rosliani Rosliani; Dardanila Dardanila
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 4, No 4 (2022): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), May
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.323 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v4i4.1078

Abstract

Short stories as part of literature are the universe of reality in which there are events experienced by the actors. In the short story Wah Wah Wah, it can be seen the presence of a psychological phenomenon experienced by the main character. The psychological phenomenon was studied using a literary psychology approach and misogyny. The method used is a qualitative method with a hermeneutic approach. This approach is considered capable of maintaining the authenticity of the text. The results of this study indicate that the misogyny contained in the Wah Wah Wah short story is caused by trauma or the treatment of his wife, children, and daughter-in-law to the character Si Aku. Before marriage he did not hate women. This can be seen from his attitude towards his dead mother. He didn't hate his mother. Due to chronic misogyny, eventually gradually turned into a permanent mental disorder. This is because there is no treatment from a psychologist and family support. He experiences stress and his soul is disturbed or crazy.
PERKEMBANGAN KRITIK SASTRA DI SUMATERA UTARA Lela Erwany
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 16, No 2 (2018): Medan Makna Desember
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v16i2.2282

Abstract

Penelitian ini memaparkan sumbangsih  para sastrawan dan kritikus Sumatera Utara dalam perkembangan sastra Indonesia. Para sastrawan yang lahir di Sumatera Utara telah memberi bukti keandalannya dalam menemukan estetika baru dalam karya sastra Indonesia. Para sastrawan dengan latar belakangnya dapat mengangkat budaya daerah masing-masing dalam karyanya. Tujuan  penelitian ini adalah mendeskripsikan  perkembangan sastra dan kritik sastra di Sumatera Utara, serta mendeskripsikan  model kritik  sastra di  Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kritik sastra di Sumatera Utara dimulai pada tahun 1980-an oleh para sastrawan yang menulis artikel berisi ulasan, resensi, timbangan, dan esai pada surat kabar Sinar Indonesia Baru dalam rubrik Abrakadabra yang telah banyak membuka ruang kreatif bagi para sastrawan, wartawan, kolumnis dan sarjana sastra. Model kritik sastra yang ada di Sumatera Utara adalah kritik akademis yang ditulis di perguruan tinggi, kritik sastra akademis yang ditulis untuk proyek penelitian, kritik sastra akademis yang ditulis untuk seminar atau simposium sastra, dan kritik sastra popular yang ditulis untuk surat kabar dan majalah. Kritik sastra feminis  sudah berkembang di Sumatera Utara yang mulai oleh kalangan akademisi di USU dan UNIMED.
Analisis Wacana Efek Peinipisan Lapisan Ozon Dalam Hukum Lingkungan Internasional dan Linguistik Fungsional Sistemik Isdiana Syafitri; Lela Erwany; Roos Nelly
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 6 No. 2 (2023): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penipisan lapisan ozon adalah masalah serius, karena dampak yang timbul dari perusakan lapisan ozon ini tidak hanya terbatas pada negara-negara sumber pencemaran, tetapi juga pada negara-negara lain yang tidak punya andil dalam perusakan itu. Untuk mengatasi masalah penipisan lapisan ozon, pada tahun 1977 UNEP (United Nations Environtment Programme) menyelenggarakan World Plan Of Action On The Ozone Layer, yang melaksanakan riset skala internasional dan memonitor lapisan ozon. Metode penelitian yang dipakai juridis normatif dengan pendekatan perundang- undangan (statute approach), dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah melakukan ratifikasi konvensi Stockholm demi menjaga lingkungan akibat menipisnya ozon karena berbagai faktor. Diharapkan kita sebagai bagian dari masyarakat, dapat membantu menjaga lingkungan dengan mengubah kebiasaan masing-masing dan membuat pilihan yang mengurangi ancaman bagi lingkungan. Wacana Efek menipisnya lapisan ozon menurut kajian Linguistik Fungsiinal Sistemik mengindikasikan bahwa proses eksistensial lebih dominan yaitu 27%, disusul proses material 22%, proses relasional 20%, proses mental dan verbal 12%, terakhir proses behavioral 7%. Hal ini menunjukkn bahwa efek penipisnya lapisan ozon nyata adanya atau wujudnya dapat dilihat dan dirasakan. Hal ini disebakan oleh ulah atau perbuatan manusia yang ditunjukkan dengan 22% proses material dan proses relasional sebanyak 20%. Kurangnya kesadaran manusia terhadap resiko dampak lingkungan juga dapat dilihat dari yang sampaikan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Dr. Ir. Ruandha Agung Sugardiman, M. Sc. Lewat proses verbal sebanyak 12% dan proses tingkahlaku sebanyak 7%.
Charles Sanders Peirce's Semiotic Analysis in Erika Johansen's Novel "The Queen of The Tearling" Nasution, Zuraidah; Rosliani, Rosliani; Erwany, Lela
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 3 (2025): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), February
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i3.2553

Abstract

This study explores how Erika Johansen’s novel The Queen of The Tearling (2014) conveys hidden meanings through a semiotic approach. Using a descriptive qualitative method, this study applies Charles Sanders Peirce’s theory—which includes icons, indices, and symbols—to understand how various signs in the novel form deeper messages. This analysis finds that Kelsea Glyn is not just a main character, but also symbolizes resistance against injustice. Her journey reflects the struggle of a young leader in facing tough challenges, while the Tearling Kingdom depicts an oppressed world, full of inequality and social conflict. The sapphire that Kelsea inherits is not only a magical artifact, but also a symbol of wisdom and the great responsibility she must bear. More than just story elements, these signs form a sharp social critique of power and injustice. Using a semiotic approach, this study reveals how the novel speaks to readers about courage, sacrifice, and the struggle for change, showing that its meaning is much deeper than it appears on the surface.
PERKEMBANGAN TRADISI LISAN MAK YONG DI INDONESIA Erwany, Lela
Bahterasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.627 KB) | DOI: 10.30596/bahterasia.v1i1.3741

Abstract

Penelitian ini berjudul Perkembangan Tradisi Lisan Mak Yong di Indonesia. Penelitian ini mengkaji tentang perkembangan, fungsi, dan bentuk revitalisasi tradisi lisan Mak Yong. Perkembangan tradisi lisan Mak Yong meliputi sejarah masuknya khususnya di Sumatera Utara dan Kepulauan Riau. Sebagai sebuah tradisi tentu saja Mak Yong mempunyai fungsi bagi masyarakat pendukungnya. Agar tradisi ini bisa tetap eksis ditengah-tengah masyarakat pendukungnya, maka perlu direvitalisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perkembangan perkembangan, fungsi, dan bentuk revitalisasi tradisi lisan Mak Yong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi lisan Mak Yong ini sudah ada sejak abad ke-17 M yang pertama sekali ditemukan di Pattani, Thailand. Mak Yong masuk ke Indonesia melalui Tanjung Karau (Singapura), yang menyebar ke kerajaan Bintan dan Batam, Kepulauan Riau. Sedangkan Mak Yong yang ada di Sumatera Utara, berpusat pada kerajaan Serdang yang berasal dari Kedah, Malaysia. Secara keseluruhan, Mak Yong berfungsi sebagai alat perlawanan masyarakat terhadap kebijakan penguasa. Untuk melestarikan Mak Yong diperlukan kesegaran kreativitas dan sebaiknya tidak mempertahankan beberapa pakem-pakemnya dan harus dibuat lebih akrab dengan masyarakat pendukungnya.Kata kunci: Tradisi Lisan, Mak Yong
Gambaran Wabah Dalam Karya Sastra Metamorphoses, The Good Earth, The Seventh Seal, Dan Cat’s Cradle: Kajian Interteks Erwany, Lela; Nasution, Zuraidah; Rosliani, Rosliani; Sari, Syafriani Tio
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 6, No 3 (2024): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), February
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v6i3.2016

Abstract

This paper aims to analyze patterns and causes of epidemics in the novels Metamorphoses, The Good Earth, The Seventh Seal, and Cat’s Cradle. Through the approach of intertextual theory and the hermeneutic method, common patterns are identified, namely family disintegration, unnatural births, and epidemics. The cause of these epidemics is infidelity or deviation within the family, seen as a divine punishment upon humanity. These findings highlight the relationship between literary texts and social phenomena, offering insights into how literary narratives reflect and shape our understanding of epidemics and human behavior. The implications of this analysis can provide a deeper understanding of human complexity and the relevance of literature in illuminating significant aspects of human experience, such as epidemics and morality.