Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sindrom Misogini Dalam Cerpen “Wah Wah Wah’ Karya Tsi Taura: Analisis Psikologi Sastra Lela Erwany; Rosliani Rosliani; Dardanila Dardanila
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 4, No 4 (2022): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), May
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.323 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v4i4.1078

Abstract

Short stories as part of literature are the universe of reality in which there are events experienced by the actors. In the short story Wah Wah Wah, it can be seen the presence of a psychological phenomenon experienced by the main character. The psychological phenomenon was studied using a literary psychology approach and misogyny. The method used is a qualitative method with a hermeneutic approach. This approach is considered capable of maintaining the authenticity of the text. The results of this study indicate that the misogyny contained in the Wah Wah Wah short story is caused by trauma or the treatment of his wife, children, and daughter-in-law to the character Si Aku. Before marriage he did not hate women. This can be seen from his attitude towards his dead mother. He didn't hate his mother. Due to chronic misogyny, eventually gradually turned into a permanent mental disorder. This is because there is no treatment from a psychologist and family support. He experiences stress and his soul is disturbed or crazy.
Dekonstruksi kemanusiaan: Studi intertekstual Never Let Me Go dan Brave New World Zuraidah Nasution; Rosliani Rosliani; Lela Erwany
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.13863

Abstract

Never Let Me Go karya Kazuo Ishiguro dan Brave New World karya Aldous Huxley, dengan fokus pada tema kontrol sosial, dehumanisasi, dan kekosongan eksistensial dalam masyarakat yang terorganisir. Kajian ini diposisikan dalam ranah sastra bandingan dan intertekstualitas sastra distopia modern, yang memandang teks sastra sebagai bagian dari dialog lintas zaman dalam merespons kecemasan sosial dan perkembangan modernitas. Menggunakan pendekatan intertekstual, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana kedua novel merepresentasikan sistem sosial yang membatasi kebebasan individu melalui pembentukan struktur yang mengontrol tubuh, pikiran, dan identitas manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua karya lahir dari konteks sejarah dan periode penulisan yang berbeda, keduanya menyampaikan kritik yang berkelindan terhadap dominasi kekuasaan yang berujung pada hilangnya identitas dan makna kehidupan. Never Let Me Go menyoroti dehumanisasi klon sebagai objek biologis yang dikomodifikasi, sementara Brave New World mengkritik masyarakat konsumeristik yang meniadakan kebebasan berpikir dan kedalaman emosi manusia. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan relevansi kajian intertekstual dalam mengungkap kesinambungan dan transformasi kritik distopia terhadap kemanusiaan dalam sastra modern