This study explores the role of nrimo in Javanese culture as a stress and uncertainty management strategy in the context of Indigenous psychology. Nrimo is a philosophy of life that teaches the importance of acceptance and adjustment to situations that cannot be changed, which is often seen as a positive surrender to achieve inner calm. This study outlines how the values, meanings and beliefs associated with nrimo help individuals deal with uncertainty, as well as how this practice affects emotional balance and social relationships in Javanese society. In addition, the study discusses how this concept reflects the relationship between humans and nature and God, and how nrimo as an active practice can contribute to harmony and serenity in daily life.Keywords: Indigenous Psychology, Javanese Culture, Nrimo ABSTRAK Penelitian ini mengeksplorasi peran konsep nrimo dalam budaya Jawa sebagai strategi pengelolaan stres dan ketidakpastian dalam konteks psikologi indigenous. Nrimo adalah filosofi hidup yang mengajarkan pentingnya penerimaan dan penyesuaian diri terhadap situasi yang tidak dapat diubah, yang seringkali dilihat sebagai penyerahan diri yang positif untuk mencapai ketenangan batin. Studi ini menguraikan bagaimana nilai, arti, dan kepercayaan yang terkait dengan nrimo membantu individu dalam menghadapi ketidakpastian, serta bagaimana praktik ini mempengaruhi keseimbangan emosional dan hubungan sosial dalam masyarakat Jawa. Selain itu, penelitian ini membahas bagaimana konsep ini mencerminkan hubungan antara manusia dengan alam dan Tuhan, dan bagaimana nrimo sebagai praktik aktif dapat berkontribusi pada keharmonisan dan ketenangan dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Budaya Jawa, Nrimo, Psikologi Indigenous
Copyrights © 2024