Perkembangan teknologi digital yang pesat meningkatkan risiko ancaman keamanan siber, terutama pada kalangan siswa yang aktif menggunakan internet namun memiliki literasi keamanan yang masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap keamanan siber dalam menghadapi ancaman dunia digital. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dengan pendekatan ceramah interaktif, diskusi, dan simulasi kasus, yang melibatkan 30 siswa kursus sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta secara kuantitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 48,2% pada pre-test menjadi 83,6% pada post-test, dengan persentase peningkatan sebesar 35,4%. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan efektif dalam meningkatkan literasi keamanan siber peserta. Selain itu, terjadi perubahan perilaku peserta dalam penggunaan teknologi yang lebih aman, seperti peningkatan kewaspadaan terhadap phishing dan penggunaan password yang lebih kuat. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif secara kognitif dan perilaku, serta berpotensi mengurangi risiko kerugian akibat kejahatan siber. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan digital.
Copyrights © 2026