Mejuajua
Vol. 5 No. 3 (2026): April 2026

Edukasi Pencegahan Stunting Dengan Pangan Olahan Jamur Tiram Di Desa Banjar Agung, Lampung Selatan

Untia Ramadhani (Institut Teknologi Sumatera)
Juwana Janu (Institut Teknologi Sumatera)
Mubarika Sekarsari Yusuf (Institut Teknologi Sumatera)
Jatmiko Eko Witoyo (Institut Teknologi Sumatera)
Noveliska Br Sembiring (Institut Teknologi Sumatera)
Dila Tirta Julianty (Institut Teknologi Sumatera)
Amalia Listiani (Institut Teknologi Sumatera)
Eka Nur’azmi Yunira (Institut Teknologi Sumatera)
Syaira Miranti (Institut Teknologi Sumatera)
Aurelia Stephanie Lo (Institut Teknologi Sumatera)
Anggi Cinta Tamania (Institut Teknologi Sumatera)



Article Info

Publish Date
10 Apr 2026

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak akibat kekurangan asupan gizi dalam kurun waktu yang lama. Data Dinas Kesehatan Lampung Selatan (2022) melaporkan prevalensi stunting di Desa Banjar Agung, Lampung Selatan mencapai 21, 3%. Jamur tiram mengandung protein nabati yang cukup tinggi kaya vitamin B kompleks, serat, dan mineral seperti zat besi, kalsium, kalium, dan fosfor yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemanfaatan bahan pangan lokal bergizi tinggi seperti jamur tiram menjadi salah satu solusi berkelanjutan dalam pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu dan kader posyandu di Desa Banjar Agung, Lampung Selatan dalam rangka pencegahan stunting melalui edukasi dan pelatihan pengolahan jamur tiram tiram menjadi produk nutraseutika dalam bentuk pangan fungsional dari olahan jamur tiram yang dibuat menjadi nugget dan pepes jamur tiram. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan metode pendekatan partisipatif yang meliputi edukasi terkait stunting dan pemanfaatan gizi jamur sebagai pangan fungsional yang berperan dalam pencegahan stunting, diskusi interaktif serta pelatihan praktek pembuatan nugget dan pepes jamur tiram. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan 30 orang ibu-ibu dan kader posyandu sebesar 20 % yang ditunjukkan dari hasil evaluasi pretest dan posttest peserta kegiatan yang mengikuti kegiatan edukasi dan pelatihan. Selain bertambahnya tingkat pengetahuan, ibu-ibu dan kader posyandu juga mendapatkan ketrampilan dalam mengolah pangan fungsional olahan berbasis jamur tiram yang dihasilkan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemahaman jamur tiram tiram sebagai alternatif pangan yang mendukung upaya menurunkan angka stunting.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

mejuajua

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Public Health Other

Description

Health, welfare based on local wisdom, design and application of appropriate technology, the application of effective communication and learning methods and related ...