Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang sebagai Alternatif Bahan Dasar Pembuatan Keripik di UMKM Lateb Jaya Noveliska Br Sembiring; Deni Subara; Teny Sylvia; Wilda Harlia Devita
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banana peel is a waste material which accounts for one-third of a whole banana that has not been peeled. Unused banana peels will certainly increase the amount of waste produced. The amount of waste will continue to increase along with the increase in banana production. One solution is to use this waste as a raw material for chips production. Besides having the potential to reduce the amount of waste, this alternative can also increase the economic value of the banana peel so that it has the opportunity to be used as a business to increase people's income
Decision Making for The Most Outstanding Students Award using TOPSIS: a Case Study at Institut Teknologi Sumatera Borneo Satria Pratama; Nike Dwi Grevika Drantantiyas; Ilham Marvie; Noveliska Br Sembiring; Muhammad Abi Berkah Nadi
Journal of Innovation Information Technology and Application (JINITA) Vol 5 No 2 (2023): JINITA, December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jinita.v5i2.2114

Abstract

The internal selection of Pemilihan Mahasiswa Berprestasi, or known as Pilmapres, is an annual competition held by Institut Teknologi Sumatera (ITERA) to award the most outstanding student of the year which will be further sent to compete in regional and national event of Pilmapres held by Balai Pengembangan Talenta Indonesia. This study aimed to implement TOPSIS as a decision-making tool to determine the winner of Pilmapres ITERA in 2023. The criteria used in this study were general achievements, English competencies, and creative ideas, with weight of 50, 20, and 30, respectively. The scores for the criteria for each of the students are obtained from nine members of the board of jury in the final stage of Pilmapres ITERA in 2023. The calculation result using TOPSIS concluded that the 1st, 2nd, and 3rd winners of the internal selection of Pilmapres ITERA in 2023 were Alpha, Beta, and Omega, with the final preference scores of 0.995, 0.799, and 0.795, respectively.
Edukasi Pencegahan Stunting Dengan Pangan Olahan Jamur Tiram Di Desa Banjar Agung, Lampung Selatan Untia Ramadhani; Juwana Janu; Mubarika Sekarsari Yusuf; Jatmiko Eko Witoyo; Noveliska Br Sembiring; Dila Tirta Julianty; Amalia Listiani; Eka Nur’azmi Yunira; Syaira Miranti; Aurelia Stephanie Lo; Anggi Cinta Tamania
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v5i3.332

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak akibat kekurangan asupan gizi dalam kurun waktu yang lama. Data Dinas Kesehatan Lampung Selatan (2022) melaporkan prevalensi stunting di Desa Banjar Agung, Lampung Selatan mencapai 21, 3%. Jamur tiram mengandung protein nabati yang cukup tinggi kaya vitamin B kompleks, serat, dan mineral seperti zat besi, kalsium, kalium, dan fosfor yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemanfaatan bahan pangan lokal bergizi tinggi seperti jamur tiram menjadi salah satu solusi berkelanjutan dalam pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu dan kader posyandu di Desa Banjar Agung, Lampung Selatan dalam rangka pencegahan stunting melalui edukasi dan pelatihan pengolahan jamur tiram tiram menjadi produk nutraseutika dalam bentuk pangan fungsional dari olahan jamur tiram yang dibuat menjadi nugget dan pepes jamur tiram. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan metode pendekatan partisipatif yang meliputi edukasi terkait stunting dan pemanfaatan gizi jamur sebagai pangan fungsional yang berperan dalam pencegahan stunting, diskusi interaktif serta pelatihan praktek pembuatan nugget dan pepes jamur tiram. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan 30 orang ibu-ibu dan kader posyandu sebesar 20 % yang ditunjukkan dari hasil evaluasi pretest dan posttest peserta kegiatan yang mengikuti kegiatan edukasi dan pelatihan. Selain bertambahnya tingkat pengetahuan, ibu-ibu dan kader posyandu juga mendapatkan ketrampilan dalam mengolah pangan fungsional olahan berbasis jamur tiram yang dihasilkan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemahaman jamur tiram tiram sebagai alternatif pangan yang mendukung upaya menurunkan angka stunting.