Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Stunting Dengan Pangan Olahan Jamur Tiram Di Desa Banjar Agung, Lampung Selatan Untia Ramadhani; Juwana Janu; Mubarika Sekarsari Yusuf; Jatmiko Eko Witoyo; Noveliska Br Sembiring; Dila Tirta Julianty; Amalia Listiani; Eka Nur’azmi Yunira; Syaira Miranti; Aurelia Stephanie Lo; Anggi Cinta Tamania
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v5i3.332

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak akibat kekurangan asupan gizi dalam kurun waktu yang lama. Data Dinas Kesehatan Lampung Selatan (2022) melaporkan prevalensi stunting di Desa Banjar Agung, Lampung Selatan mencapai 21, 3%. Jamur tiram mengandung protein nabati yang cukup tinggi kaya vitamin B kompleks, serat, dan mineral seperti zat besi, kalsium, kalium, dan fosfor yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemanfaatan bahan pangan lokal bergizi tinggi seperti jamur tiram menjadi salah satu solusi berkelanjutan dalam pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu dan kader posyandu di Desa Banjar Agung, Lampung Selatan dalam rangka pencegahan stunting melalui edukasi dan pelatihan pengolahan jamur tiram tiram menjadi produk nutraseutika dalam bentuk pangan fungsional dari olahan jamur tiram yang dibuat menjadi nugget dan pepes jamur tiram. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan metode pendekatan partisipatif yang meliputi edukasi terkait stunting dan pemanfaatan gizi jamur sebagai pangan fungsional yang berperan dalam pencegahan stunting, diskusi interaktif serta pelatihan praktek pembuatan nugget dan pepes jamur tiram. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan 30 orang ibu-ibu dan kader posyandu sebesar 20 % yang ditunjukkan dari hasil evaluasi pretest dan posttest peserta kegiatan yang mengikuti kegiatan edukasi dan pelatihan. Selain bertambahnya tingkat pengetahuan, ibu-ibu dan kader posyandu juga mendapatkan ketrampilan dalam mengolah pangan fungsional olahan berbasis jamur tiram yang dihasilkan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemahaman jamur tiram tiram sebagai alternatif pangan yang mendukung upaya menurunkan angka stunting.
DEMONSTRASI PEMBUATAN JAMU PENAMBAH NAFSU MAKAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR KELAS V DAN VI SDN GEDUNG HARAPAN, LAMPUNG SELATAN Syaadatun Nadiah; Refsya Azanti Putri; Dewi Damayanti Abdul Karim; Gayatri Simanullang; Mubarika Sekarsari Yusuf; Naura Nurnahari; Nisa Yulianti Suprahman
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.1987-1991

Abstract

Nafsu makan yang baik sangat penting bagi kesehatan anak usia sekolah dasar karena berpengaruh pada kecukupan gizi, pertumbuhan, dan kecerdasan. Namun, rendahnya nafsu makan masih menjadi masalah yang sering dijumpai dan berisiko menurunkan kualitas kesehatan anak. Untuk itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDN Gedung Harapan, Lampung Selatan dilakukan dengan memperkenalkan jamu penambah nafsu makan berbahan alami, yaitu temulawak, lemon, meniran, sereh, dan madu. Kegiatan meliputi optimasi produk, penyusunan materi, serta demonstrasi interaktif bersama siswa kelas 5 dan 6. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa mengenai manfaat jamu (p0,05), sehingga kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran dan keterampilan anak dalam memanfaatkan tanaman obat sebagai alternatif sehat dan aman untuk mendukung nafsu makan serta kesehatan mereka
Potensi Teh Herbal sebagai Penghambat α-Amilase dan α-Glukosidase dalam Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2: Tinjauan Literatur Annisa Nofriani; Naura Nurnahari; Mubarika Sekarsari Yusuf
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Mei : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i3.2284

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a metabolic disorder with a steadily increasing global prevalence. Regulating blood glucose levels, particularly postprandial glucose, represents a critical strategy for the prevention and management of this disease. The inhibition of $\alpha$-amylase and $\alpha$-glucosidase activities is well-documented to delay carbohydrate digestion and subsequent glucose absorption. In recent years, herbal teas have gained significant attention as natural sources of bioactive compounds with potential antidiabetic properties. This literature review aims to evaluate the potential of various herbal teas, derived from both Camellia sinensis and non-Camellia sinensis species, in inhibiting $\alpha$-amylase and $\alpha$-glucosidase activities, based on in vitro studies published between 2016 and 2026. Relevant literature was gathered through systematic searches across PubMed and Google Scholar databases and further screened according to predefined inclusion criteria. A total of 26 articles were analyzed to evaluate enzyme inhibitory activities, the responsible bioactive compounds, and their reported mechanisms of action. The findings indicate that white and green teas exhibit potent $\alpha$-glucosidase inhibitory activity, primarily attributed to their catechin content, such as epigallocatechin gallate (EGCG) and epicatechin gallate (ECG). Furthermore, black, oolong, and dark teas, along with various polyherbal formulations, also demonstrated significant enzyme inhibition. Generally, polyphenols and other phenolic compounds serve as the primary constituents contributing to this biological activity. These findings suggest that herbal teas have the potential to be developed as an adjuvant therapy in the management of type 2 diabetes mellitus, although further in vivo studies and clinical trials remain essential to confirm their efficacy and safety.
Studi In Silico Derivat Mangiferin dari Mangga sebagai Inhibisi Protein Tirosin Fosfatase 1B Elisa Grace Clarensia; Esa Amelia Ratri Yuniasri; Farah Zahira Shofa; Naurah Rosyidah Hasna; Sabrina Rakhel Zahirah; Anjar Hermadi Saputro; Mubarika Sekarsari Yusuf
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v22i2.26707

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat gangguan sekresi, kerja, atau keduanya pada hormon insulin. Diabetes melitus tipe 2 merupakan bentuk yang paling umum dan sering kali berkaitan dengan resistensi insulin. Salah satu target terapi potensial untuk pengobatan diabetes tipe 2 adalah protein tirosin fosfatase 1B (PTP1B), sebuah enzim yang terlibat dalam regulasi jalur transduksi sinyal insulin dan leptin. Inhibisi terhadap PTP1B diketahui dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga menjadikannya target yang menjanjikan dalam pengembangan obat antidiabetes. Mangiferin, senyawa bioaktif utama yang ditemukan dalam tanaman Mangifera indica L., telah dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetes melalui berbagai mekanisme, termasuk sebagai inhibitor PTP1B. Namun, senyawa ini masih memiliki keterbatasan dalam hal afinitas dan selektivitas. Oleh karena itu, dilakukan studi in silico terhadap berbagai derivat mangiferin untuk menilai potensinya sebagai inhibitor PTP1B. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antidiabetes dari empat senyawa turunan mangiferin yang telah dimodifikasi pada gugus fungsinya, menggunakan pendekatan in silico berbasis molecular docking. Proses docking dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak AutoDockTools terhadap target protein PTP1B (PDB ID: 1XBO). Penilaian afinitas ikatan didasarkan pada nilai energi bebas ikatan (binding free energy), sedangkan visualisasi interaksi ligan-reseptor dianalisis untuk mengidentifikasi jenis dan lokasi interaksi dengan residu aktif. Hasil docking menunjukkan bahwa ligan alami IX1 memiliki afinitas paling tinggi terhadap PTP1B dengan energi bebas ikatan sebesar −13,2 kkal/mol, lebih rendah dibandingkan ligan pembanding maupun ligan uji. Ligan pembanding ertiprotafib (−8,53 kkal/mol) dan quinoline-3-carbohydrazide (−6,81 kkal/mol) memperlihatkan afinitas yang cukup kuat terhadap PTP1B, sedangkan ligan uji berupa turunan mangiferin berada pada rentang energi bebas ikatan −5,79 hingga −7,40 kkal/mol. Di antara ligan uji, mangiferin (−7,40 kkal/mol) dan homomangiferin (−7,03 kkal/mol) memiliki afinitas ikatan terbaik dengan nilai yang mendekati ligan pembanding quinoline-3-carbohydrazide. Hasil visualisasi interaksi juga menunjukkan adanya kemiripan jenis ikatan antara beberapa turunan mangiferin dengan ligan alami, yang menandakan potensi kesamaan mekanisme pengikatan. Berdasarkan temuan tersebut, mangiferin dan homomangiferin berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat inhibitor PTP1B dan obat antidiabetes. Namun demikian, studi eksperimental lanjutan melalui uji in vitro maupun in vivo tetap diperlukan untuk memvalidasi hasil in silico serta mengevaluasi aspek farmakokinetik dan keamanannya.
Pelatihan diversifikasi produk berbasis jagung dan rambut jagung di Desa Banjar Agung, Lampung Selatan Jatmiko Eko Witoyo; Noveliska Br. Sembiring; Eka Nur’azmi Yunira; Untia Kartika Sari Ramadhani; Juwana Janu; Mubarika Sekarsari Yusuf; Dila Tirta Julianty; Amalia Listiani; Fitria Nuraini; Putri Khotimatu Zahra; Gita Azizah Hakim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40093

Abstract

Abstrak Penanganan pascapanen jagung dan rambut jagung di Desa Banjar Agung masih kurang optimal dikarenakan keterbatasan pengetahuan masyarakat, yang berdampak pada rendahnya nilai ekonomi produk. Tujuan dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Banjar Agung dalam diversifikasi produk berbasis jagung dan rambut jagung menjadi produk yang bernilai tambah seperti tepung jagung, mi jagung, dan teh herbal rambut jagung. Metode pelaksanaan kegiatan PkM dilakukan melalui kombinasi ceramah dan demonstrasi langsung pembuatan produk pangan olahan berbasis jagung dan rambut jagung. Hasil kegiatan menunjukkan rerata pengetahuan masyarakat mengalami peningkatan dari 55,56% pada pre-test sebelum kegiatan PkM menjadi 95,56% pada post-test setelah kegiatan PkM. Hasil ini mencerminkan bahwa kegiatan PkM efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Banjar Agung dalam mengolah jagung dan rambut jagung menjadi produk bernilai tambah dengan nilai ekonomis yang lebih tinggi, sehingga secara tidak langsung diharapkan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat Desa Banjar Agung. Kata kunci: diversifikasi produk; mi jagung; teh herbal rambut jagung; tepung jagung. Abstract Postharvest handling of corn and corn silks in Banjar Agung Village remains suboptimal due to the limited knowledge of the local community, which has resulted in the low economic value of the products. The objective of this Community Service Program (CSP) is to enhance the knowledge of the Banjar Agung Village community regarding the diversification of corn- and corn silk-based products into value-added products such as corn flour, corn noodles, and corn silk herbal tea. The implementation method of the CSP activities was carried out through a combination of lectures and direct demonstrations on the production of processed food products based on corn and corn silk. The results of the activity showed that the average level of community knowledge increased from 55.56% on the pre-test before the CSP to 95.56% on the post-test after the CSP. These results reflect that this CSP has been effective in enhancing the knowledge of the Banjar Agung Village community on processing corn and corn silk into value-added products with more economic value, which is expected to indirectly contribute to their economic improvement. Keywords: corn flour; corn noodles; corn silk herbal tea; product diversification.