Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana tubuh dan subjektivitas tokoh perempuan dalam cerita pendek Oka Rusmini “Cenana” dikonstruksi dan dilawan melalui lensa feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Dalam sistem patriarki Bali, tokoh Cenana digambarkan mengalami berbagai bentuk penindasan, seperti pernikahan paksa, kehamilan, dan objektivasi tubuh. Untuk menyelidiki narasi, deskripsi tubuh, dan dialog yang mengandung ketegangan gender, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis teks yang dikenal sebagai pembacaan cermat (close reading). Data dikumpulkan dari unsur-unsur naratif cerita pendek yang mengungkapkan konflik antara kesadaran individu tokoh perempuan dan peran yang dipaksakan secara sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa Cenana mengalami proses objektivasi yang menjadikannya “yang Lain” dalam struktur sosial. Di sisi lain, ia menunjukkan bentuk-bentuk perlawanan melalui kesadarannya akan tubuh dan identitasnya. Di dalam tubuhnya, dominasi tradisi dan patriarki secara simbolis dan internal ditantang.
Copyrights © 2026