Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) generatif telah membawa perubahan signifikan dalam praktik penulisan akademik di pendidikan tinggi. Meskipun sering dipromosikan sebagai solusi efisiensi, penggunaan AI oleh mahasiswa memunculkan persoalan pedagogis, etis, dan epistemik yang serius. Artikel ini bertujuan mengkaji secara kritis implikasi ketergantungan mahasiswa terhadap AI dalam penulisan akademik, dengan menempatkan menulis sebagai proses pembentukan berpikir kritis, kejujuran intelektual, dan relasi pedagogis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap karya ilmiah, laporan media akademik, dan tulisan teoretis di bidang pedagogi kritis, psikologi pendidikan, dan etika akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan AI berpotensi menimbulkan ilusi kompetensi akademik, menggeser orientasi belajar dari proses ke hasil, melemahkan integritas akademik, serta mengikis dimensi kemanusiaan dalam relasi dosen–mahasiswa. Artikel ini menegaskan bahwa persoalan AI dalam penulisan akademik bukan semata isu teknologi, melainkan tantangan filosofis dan pedagogis terkait makna belajar dan tujuan pendidikan tinggi. Integrasi AI perlu diarahkan untuk mendukung, bukan menggantikan, proses berpikir dan pembelajaran manusia.
Copyrights © 2025