Kinerja karyawan, terutama di kalangan manajer, memainkan peran penting dalam keberhasilan perusahaan yang beroperasi di tengah persaingan bisnis yang ketat. Stres kerja menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja tersebut, tetapi hasil riset sebelumnya menunjukkan ketidakkonsistenan mengenai hubungan langsung antara stres kerja dan kinerja. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi apakah faktor lain, seperti komitmen organisasi, berperan sebagai penghubung antara stres kerja dan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak stres kerja terhadap kinerja pegawai SPBU di Kabupaten Rokan Hilir dan menguji peran komitmen organisasi sebagai variabel penghubung antara stres kerja dan kinerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel yang terdiri dari 38 pegawai manajerial di 14 SPBU di Kabupaten Rokan Hilir. Analisis data dilakukan menggunakan metode statistik deskriptif dan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja memiliki hubungan positif yang tidak signifikan dengan kinerja, menunjukkan kemungkinan adanya stres positif namun tidak dominan. Stres kerja terbukti berdampak negatif dan signifikan terhadap komitmen organisasi. Selain itu, komitmen organisasi terbukti memiliki kontribusi yang sangat kuat dan signifikan terhadap kinerja pegawai, serta berperan sebagai penghubung yang signifikan antara stres kerja dan kinerja. Penurunan kinerja pegawai akibat stres kerja lebih dipengaruhi oleh penurunan komitmen organisasi terlebih dahulu. Komitmen organisasi memainkan peran penting dalam memitigasi dampak negatif stres kerja terhadap kinerja karyawan.
Copyrights © 2026