Pelabuhan Patimban dikembangkan untuk mengurangi kepadatan di Pelabuhan Tanjung Priok dan memperkuat konektivitas logistik dengan kawasan industri di Jawa Barat. Namun, kinerja operasional Terminal Kendaraan untuk pelayanan kapal Completely Built Up (CBU) masih menunjukkan ketidakefisienan meskipun didukung infrastruktur modern. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja bongkar muat dan merumuskan strategi peningkatan tata kelola terminal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara dan telaah dokumen, dengan analisis kinerja berdasarkan indikator Waiting Time, Approaching Time, Berthing Time, dan Effective Time, serta analisis strategi menggunakan SWOT dan Balanced Scorecard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi terbaik terjadi pada tahun 2023, ketika rasio Effective Time terhadap Berthing Time mencapai 86,5%, sedangkan pada tahun 2024 rasio tersebut menurun menjadi 65,7% dengan Waiting Time dan Approaching Time kembali meningkat. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan terminal pada kapasitas besar dan potensi efisiensi, namun masih terdapat kelemahan pada tingginya waktu tunggu, keterbatasan digitalisasi, minimnya otomasi, dan ketergantungan koordinasi eksternal. Strategi prioritas yang direkomendasikan meliputi pengembangan sistem digital terintegrasi, peningkatan kompetensi SDM, dan optimalisasi fasilitas terminal. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan tata kelola dan kolaborasi antarpemangku kepentingan diperlukan agar Pelabuhan Patimban dapat berfungsi sebagai hub logistik kendaraan nasional yang andal dan efisien.
Copyrights © 2026