Sengkubak (Pycnarrhena cauliflora (Miers) Diels) merupakan tanaman endemik Kalimantan yang dikenal memiliki berbagai aktivitas biologis, termasuk potensi antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif ekstrak etanol daun sengkubak melalui skrining fitokimia dan analisis GC-MS, serta mengevaluasi potensinya sebagai antikanker kolorektal melalui molecular docking secara in silico terhadap protein CDK2 (PDB ID: 2B54). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sengkubak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan steroid. Berdasarkan analisis GC-MS yang dilaporkan oleh Yuneta et al. (2025), lima senyawa mayor yang teridentifikasi yaitu Phytol, Farnesol isomer a, l-Gala-l-ido-octose, E-11-Hexadecenoic acid ethyl ester, dan Pentadecanoic acid ethyl ester. Hasil molecular docking menunjukkan nilai energi bebas pengikatan kelima senyawa tersebut berturut-turut sebesar −6,7; −5,8; −5,7; −5,3; dan −5,1 kkal/mol terhadap protein CDK2. Senyawa farnesol isomer a menunjukkan energi ikatan paling negatif, mengindikasikan interaksi paling kuat dan stabil. Hasil ini menunjukkan bahwa senyawa bioaktif daun sengkubak berpotensi sebagai kandidat agen antikanker kolorektal.
Copyrights © 2026