Pendidikan inklusif menghadapi tantangan signifikan terkait kemampuan guru dalam mengidentifikasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di kelas reguler. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengidentifikasi karakteristik dan melakukan deteksi dini ABK di sekolah inklusi. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahapan: persiapan, sosialisasi, dan evaluasi. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada 8 November 2025 di SDIT Kuttab Al Hasan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dengan melibatkan 15 guru sebagai peserta. Materi sosialisasi mencakup konsep identifikasi ABK dan instrumen deteksi dini yang dapat langsung diaplikasikan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan dari rata-rata 2,80 sebelum kegiatan menjadi 3,93 setelah kegiatan (peningkatan 40,4%). Manfaat utama yang diperoleh peserta meliputi pengetahuan baru tentang karakteristik ABK (80%), peningkatan motivasi untuk peduli pada ABK (80%), dan instrumen praktis yang dapat langsung digunakan (73,3%). Kegiatan ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam identifikasi ABK dan memberikan kontribusi nyata bagi implementasi pendidikan inklusif yang lebih efektif di sekolah mitra.
Copyrights © 2025