Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi di dunia. Kondisi ini menuntut keterlibatan aktif generasi muda dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Palang Merah Remaja (PMR) SMA Negeri 1 Sungai Raya memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dan garda terdepan dalam membangun budaya siaga bencana di sekolah. Namun, hasil observasi awal menunjukkan sebagian anggota belum memiliki pengetahuan memadai mengenai jenis bencana lokal, terutama banjir dan kebakaran lahan gambut, serta prosedur evakuasi yang benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dasar bencana melalui edukasi interaktif berbasis experiential learning dengan pendekatan partisipatif. Sebanyak 30 anggota PMR dilibatkan sebagai peserta. Efektivitas program diukur menggunakan desain pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan dari 7,27 menjadi 8,57, serta peningkatan kategori “Baik” dari 43,3% menjadi 73,3%. Kegiatan penyuluhan, studi kasus risiko lokal, dan simulasi bencana terbukti efektif dalam mentransfer pengetahuan menjadi keterampilan praktis. Pengabdian ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas PMR sebagai pelopor kesiapsiagaan sekolah dan model edukasi kebencanaan berbasis konteks lokal.
Copyrights © 2026