Artikel ini bertujuan menganalisis transformasi nilai-nilai pendidikan KH. Hasyim Asy’ari dalam konteks pembangunan harmoni agama dan negara di era post-truth. Era post-truth ditandai oleh menguatnya emosi dan opini subjektif dalam pembentukan persepsi publik yang sering kali menggeser otoritas fakta. Kondisi ini berimplikasi pada meningkatnya polarisasi sosial-keagamaan dan ketegangan antara identitas religius dan identitas kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan metode analisis deskriptif-analitis dan hermeneutik kritis terhadap karya-karya KH. Hasyim Asy’ari, terutama Adab al-‘Ālim wa al-Muta‘allim, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan KH. Hasyim Asy’ari—meliputi integrasi akhlak dan ilmu, etika relasi guru-murid, keseimbangan spiritual-intelektual, serta orientasi kemaslahatan—memiliki relevansi strategis dalam membangun harmoni agama dan negara. Transformasi nilai tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan pendidikan karakter berbasis adab, literasi informasi, dan internalisasi moderasi beragama. Artikel ini menegaskan bahwa pendidikan Islam yang berakar pada tradisi pesantren, sebagaimana dirumuskan oleh KH. Hasyim Asy’ari, dapat menjadi fondasi epistemik dan etik dalam merespons disrupsi kebenaran di era post-truth.
Copyrights © 2026