Konflik Israel-Palestina memicu emosi negatif konsumen di Indonesia terhadap merek yang dianggap terafiliasi dengan Israel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak brand hate dan brand betrayal terhadap consumer boycott, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi negative electronic word of mouth (NeWOM). Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan survei kepada 180 responden di Indonesia yang mengetahui produk terafiliasi Israel. Data dianalisis menggunakan Partial Least Square Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand hate dan brand betrayal tidak berpengaruh langsung secara penuh terhadap perilaku consumer boycott. Namun, NeWOM terbukti mampu memediasi secara penuh hubungan antara brand hate dan brand betrayal terhadap perilaku consumer boycott. Temuan ini menegaskan bahwa emosi negatif konsumen lebih kuat mendorong tindakan boikot ketika disebarluaskan melalui platform digital. Kesimpulannya, pengelola merek perlu memberikan perhatian serius pada manajemen komunikasi digital dan reputasi untuk memitigasi dampak boikot yang dipicu oleh isu geopolitik sensitif.
Copyrights © 2026