Permasalahan pengelolaan sampah di MA Al-Khoirot Malang ditandai oleh belum optimalnya pemilahan dan pengolahan sampah organik, anorganik, serta residu pembalut sekali pakai, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan dan kesehatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilaksanakan program pengabdian masyarakat Growcycle (Grow from Recycle) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga sekolah dalam pengelolaan sampah melalui pemanfaatannya sebagai media tanam. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif yang dilaksanakan melalui tahapan observasi awal, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan utama meliputi pembuatan pot tanam dari sampah anorganik, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta pemanfaatan hydrogel dari limbah pembalut sekali pakai sebagai media tanam alternatif. Peserta kegiatan adalah santriwati MA Al-Khoirot Malang yang terlibat secara aktif dalam seluruh rangkaian praktik. Evaluasi dampak program dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test, yang dianalisis secara deskriptif dan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pada seluruh indikator pengelolaan sampah. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 12,00 pada pre-test menjadi 16,40 pada post-test, dengan nilai P = 0,000, yang menunjukkan peningkatan signifikan secara statistik. Selain itu, peserta menunjukkan kemampuan praktik dalam pengelolaan sampah dan pemanfaatannya sebagai media tanam. Temuan ini menunjukkan bahwa program Growcycle efektif dalam meningkatkan kapasitas warga sekolah serta berpotensi mendukung keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis sekolah.
Copyrights © 2026