Perkembangan teknologi digital telah melahirkan fenomena Religious Fear of Missing Out (Religious FoMO), yakni perasaan cemas ketika seseorang merasa tertinggal dari tren atau praktik keagamaan yang sedang populer di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Religious FoMO dan Subjective Well-being pada siswa SMA yang tinggal di kawasan perkotaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala Likert kepada 22 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment untuk melihat hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara Religious FoMO dengan Subjective Well-being, yang dibuktikan dengan nilai korelasi (r) sebesar -0,642 dan nilai signifikansi (p) sebesar 0,001 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi intensitas Religious FoMO, maka semakin rendah tingkat kesejahteraan subjektif siswa. Hal ini menegaskan perlunya penguatan pendidikan agama yang berfokus pada internalisasi nilai spiritual daripada sekadar mengikuti arus tren digital.
Copyrights © 2026