Studi mengenai adaptasi karyawan baru di industri manufaktur minuman masih didominasi pendekatan kuantitatif yang berfokus pada kepuasan kerja, turnover, dan kinerja, sehingga pengalaman subjektif karyawan selama masa transisi kerja belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi proses penyesuaian diri karyawan baru terhadap lingkungan kerja di PT Marimas Putera Kencana, Semarang, Jawa Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan berjumlah enam karyawan baru dengan masa kerja di bawah satu tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi karyawan baru dipengaruhi oleh lingkungan kerja, dukungan rekan kerja, gaya kepemimpinan, serta sistem pelatihan perusahaan. Tantangan utama meliputi tekanan kerja, penyesuaian terhadap budaya organisasi, dan tuntutan produktivitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial informal dari rekan kerja memiliki peran sama pentingnya dengan pelatihan formal dalam mempercepat penyesuaian karyawan baru. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian adaptasi karyawan pada masa onboarding di sektor manufaktur. Secara manajerial, hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam merancang program orientasi, pendampingan, dan pelatihan yang lebih efektif.
Copyrights © 2026