Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Sekolah Dasar Negeri Penjalin Desa Penjalin Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal: Implementasi Kebijakan Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Sekolah Dasar Negeri Penjalin Desa Penjalin Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal Rahmawati, maulida putri; Maulida Putri Rahmawati; Muhammad Fatchuriza; Muhammad Afiful A
JUSTICE: Journal of Social and Political Science Vol 1 No 1 (2022): JUSTICE: Journal of Social and Political Science
Publisher : JUSTICE Journal Of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1029/justice.v1i1.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan pendidikan pada masa Pandemi Covid-19 di SD N Penjalin dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pandemi dan pembatasan sosial berdampak pada berbagai sektor kehidupan termasuk pada sektor pendidikan. Untuk mengatasi dan memutus rantai pesebaran virus Covid-19 di dunia pendidikan pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui surat edaran Kemendikbud nomor 15 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Virus Covid-19. Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III yaitu komunikasi, sumber daya, kecenderunga, dan struktur birokrasi. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian di olah secara kualitatif. Wawancara dilakukan terhadap guru dan orang tua murid SD N Penjalin Kabupaten Kendal. Latar belakang dari penelitian ini adalah pertama, tidak semua siswa memiliki handphone sendiri. Kedua, banyak yang tidak aktif selama pembelajaran daring. Ketiga¸ banyak yang terlambat mengumpulkan tugas. Keempat, kurangnya perhatian dari orang tua. Hasil penelitian ini adalah : (1) implementasi kebijakan pendidikan pada masa pandemi yakni pembelajaran daring dan luring di SD N Penjalin menggunakan metode alternatif yang digunakan yakni pembelajaran home visit. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan: (a) komunikasi: belum adanya kejelasan pembelajaran tatap muka dan ada perubahan metode pembelajaran. (b) sumber daya: kurangnya sarana dan prasarana, serta ada kesenjangan sumber daya manusianya. (c) kecenderungan: ada perbedaan tanggapan dan pandangan terhadap kebijakan. (d) struktur birokrasi: pengawasan dan evaluasi yang kurang objektif.
Pengalaman Adaptasi Karyawan Baru dalam Lingkungan Kerja Industri Minuman: Studi pada PT Marimas Putera Kencana Ginanjar Suendro; M. Shohibul Jamil; Wahyu Dyah Nur Anis Wachidah; Muhammad Fatchuriza
E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik Vol. 8 No. 1 (2026): April : E-Logis : Jurnal Ekonomi Logistik
Publisher : STIE Cendekia Karya Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70375/e-logis.v8i1.196

Abstract

Studi mengenai adaptasi karyawan baru di industri manufaktur minuman masih didominasi pendekatan kuantitatif yang berfokus pada kepuasan kerja, turnover, dan kinerja, sehingga pengalaman subjektif karyawan selama masa transisi kerja belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi proses penyesuaian diri karyawan baru terhadap lingkungan kerja di PT Marimas Putera Kencana, Semarang, Jawa Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan berjumlah enam karyawan baru dengan masa kerja di bawah satu tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi karyawan baru dipengaruhi oleh lingkungan kerja, dukungan rekan kerja, gaya kepemimpinan, serta sistem pelatihan perusahaan. Tantangan utama meliputi tekanan kerja, penyesuaian terhadap budaya organisasi, dan tuntutan produktivitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial informal dari rekan kerja memiliki peran sama pentingnya dengan pelatihan formal dalam mempercepat penyesuaian karyawan baru. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian adaptasi karyawan pada masa onboarding di sektor manufaktur. Secara manajerial, hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam merancang program orientasi, pendampingan, dan pelatihan yang lebih efektif.