Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Use of Lexical Bundles in Findings and Discussion Sections of Graduate Students’ Thesis Wahyu Dyah Nur Anis Wachidah
E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lexical bundles is a combination of words which consists of three or even more words that frequently occur together in particular registers. It is seen as an important aspect that should be mastered in order to create a qualified text. This study aims at analyzing the lexical bundles used in findings and discussion sections of graduate students’ thesis in terms of structures, functions, and the role of lexical bundles in forming coherence of the students’ texts. This study employs qualitative approach. The data are taken from 10 Chapter IV, Findings and Discussion of graduate students’ thesis. In the process of analysis, the researcher uses three instruments in the form of tables to collect and analyze the lexical bundles manually based on the structures of lexical bundles proposed by Biber, et. al. (1999), and the functions of lexical bundles proposed by Hyland (2008) framework. There are 74 lexical bundles found in the students’ texts. The findings reveals that first, the lexical bundles found in the students’ texts make use of all the twelve structural forms and the most dominantly used is structure type 4 other prepositional phrase (fragment); second, the lexical bundles found in the students’ texts serve all of the three functional types and the most dominantly used is text-oriented function and third, the lexical bundles found in the students’ texts have an important role informing coherence of the texts. It indicates that the lexical bundles make use of two coherence items such as reference and transition signals.
Pengalaman Adaptasi Karyawan Baru dalam Lingkungan Kerja Industri Minuman: Studi pada PT Marimas Putera Kencana Ginanjar Suendro; M. Shohibul Jamil; Wahyu Dyah Nur Anis Wachidah; Muhammad Fatchuriza
E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik Vol. 8 No. 1 (2026): April : E-Logis : Jurnal Ekonomi Logistik
Publisher : STIE Cendekia Karya Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70375/e-logis.v8i1.196

Abstract

Studi mengenai adaptasi karyawan baru di industri manufaktur minuman masih didominasi pendekatan kuantitatif yang berfokus pada kepuasan kerja, turnover, dan kinerja, sehingga pengalaman subjektif karyawan selama masa transisi kerja belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi proses penyesuaian diri karyawan baru terhadap lingkungan kerja di PT Marimas Putera Kencana, Semarang, Jawa Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan berjumlah enam karyawan baru dengan masa kerja di bawah satu tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi karyawan baru dipengaruhi oleh lingkungan kerja, dukungan rekan kerja, gaya kepemimpinan, serta sistem pelatihan perusahaan. Tantangan utama meliputi tekanan kerja, penyesuaian terhadap budaya organisasi, dan tuntutan produktivitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial informal dari rekan kerja memiliki peran sama pentingnya dengan pelatihan formal dalam mempercepat penyesuaian karyawan baru. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian adaptasi karyawan pada masa onboarding di sektor manufaktur. Secara manajerial, hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam merancang program orientasi, pendampingan, dan pelatihan yang lebih efektif.
Strategi Efisiensi Pengelolaan Aset melalui Efektivitas Sistem Penghapusan Aset Tetap di PT Angkasa Pura Indonesia Wahyu Dyah Nur Anis Wachidah; Wisnu Murti Wibowo; M. Shohibul Jamil; Ginanjar Suendro; Muhammad Fauzi; Handika Naufal Husni
E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik Vol. 8 No. 1 (2026): April : E-Logis : Jurnal Ekonomi Logistik
Publisher : STIE Cendekia Karya Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70375/e-logis.v8i1.203

Abstract

Pengelolaan aset tetap memiliki peran penting dalam menjaga efisiensi operasional perusahaan, termasuk dalam proses penghapusan aset yang sudah tidak produktif. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai kendala administratif maupun teknis yang dapat memperlambat proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur penghapusan aset tetap, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merumuskan strategi yang dilakukan PT Angkasa Pura Indonesia dalam meningkatkan efisiensi penghapusan aset. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam bersama 5 informan dari berbagai unit terkait, observasi langsung, serta analisis dokumen seperti SOP, regulasi perusahaan, dan laporan aset. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur penghapusan aset telah dilaksanakan sesuai regulasi seperti PMK No. 201/PMK.06/2018, PER 02/MBU/2023, dan KEP-26 Tahun 2012, serta didukung sistem SAP yang mempermudah verifikasi data. Kendala utama meliputi ketidaksesuaian data, kelengkapan dokumen, keterlambatan persetujuan, dan birokrasi berjenjang. Strategi yang diterapkan untuk meningkatkan efisiensi mencakup koordinasi intensif antarunit, rekonsiliasi data, pemantauan administrasi, peningkatan pemahaman SDM, dukungan aktif manajemen dalam mempercepat persetujuan dan monitoring proses, serta digitalisasi manajemen aset untuk meningkatkan akurasi data dan kecepatan pengambilan keputusan. Secara keseluruhan, strategi tersebut mampu meningkatkan ketertiban administrasi dan mengurangi biaya akibat aset tidak produktif.