Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih di Kabupaten Tabanan, Bali, menghadapi tantangan serius berupa penurunan kunjungan wisatawan dan ketimpangan distribusi manfaat ekonomi akibat keterbatasan kapasitas sumber daya manusia lokal, terutama dalam penguasaan Bahasa Inggris dan keterampilan tour guiding. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas SDM pariwisata melalui pelatihan Bahasa Inggris fungsional dan simulasi tour guiding yang kontekstual berbasis nilai budaya subak. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari di Jatiluwih Ecofarm dengan melibatkan 20 peserta dari pemuda desa, pelaku UMKM, dan calon pemandu wisata. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, menggabungkan penyuluhan, latihan komunikasi interaktif, dan praktik lapangan langsung di area sawah terasering. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri, kompetensi linguistik, dan pemahaman budaya lokal. Evaluasi kuesioner menunjukkan 85–95% peserta sangat setuju bahwa kegiatan relevan, bermanfaat, dan layak dilanjutkan. Berdasarkan hasil yang didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan berbasis keterampilan efektif meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan dan adil di Jatiluwih.
Copyrights © 2026