Remaja merupakan kelompok rentan yang membutuhkan informasi yang tepat mengenai kesehatan reproduksi, terutama pada lingkungan terbatas seperti Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) yang memiliki keterbatasan akses edukasi kesehatan. Rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi berpotensi meningkatkan risiko perilaku seksual yang tidak sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja pria mengenai pendidikan seksual dan kesehatan reproduksi di LPKA Kelas II Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan ceramah interaktif dan diskusi, melibatkan 43 remaja pria. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kategori pengetahuan baik dari 18,6% menjadi 62,8%, serta penurunan kategori pengetahuan kurang dari 46,5% menjadi 9,3%. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui partisipasi aktif dalam diskusi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Oleh karena itu, program edukasi yang terstruktur, interaktif, dan berkelanjutan sangat penting untuk mendukung perubahan perilaku kesehatan reproduksi remaja secara optimal.
Copyrights © 2026