Perilaku membuang sampah sembarangan di lingkungan sekolah dasar merupakan masalah serius yang berimplikasi pada kesehatan, kebersihan, dan pembentukan karakter siswa. Lingkungan sekolah yang bersih tidak hanya menunjang kenyamanan belajar, tetapi juga mencerminkan budaya disiplin dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap siswa terhadap perilaku littering serta meningkatkan sikap anti-littering melalui kegiatan psikoedukasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VI SDN Caringin Nunggal yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah The Littering Attitude Scale (LAS) yang telah diadaptasi dalam bahasa Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi, pretest, intervensi psikoedukasi berupa sosialisasi dan praktik pemilahan sampah, serta posttest. Analisis data menggunakan paired-samples t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest (M = 78.9; SD = 6.11) dan posttest (M = 101; SD = 8.14), t(29) = -11.1, p < .001, dengan ukuran efek sangat besar (Cohen's d = 2.02). Hasil ini mengindikasikan bahwa psikoedukasi anti-littering efektif dalam meningkatkan sikap anti-littering siswa. Temuan ini merekomendasikan perlunya penerapan psikoedukasi secara rutin dan berkelanjutan dengan dukungan pihak sekolah agar perubahan sikap dapat terinternalisasi menjadi kebiasaan perilaku yang konsisten.
Copyrights © 2026