Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENCIPTAKAN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG BERSIH MELALUI KEGIATAN PSIKOEDUKASI ANTI-LITTERING PADA SISWA SDN CARINGIN NUNGGAL Kuncoro, Jessica Natasha; Bonar Hutapea; Kelly Angel Suripto; Kalis Jovial Telaumbanua
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.36754

Abstract

Littering behavior in school areas is a serious problem that is quite common in the elementary school environment. A clean school environment not only supports health, but reflects the culture of discipline and responsible behavior of students. School as a place of formal education has a very important role in instilling the values of students' concern for the environment. This Community Service activity aims to analyze the behavior of students in disposing of waste at school, and identify factors that can influence. In addition, this activity also aims to increase students' awareness of the importance of maintaining school hygiene to create a healthy environment. The method used was a quantitative approach involving 30 students of grade VI (six) at SDN Caringin Nunggal. Data were collected through observation of the school environment, giving a pre-test to measure initial knowledge, implementing anti-littering and waste management psychoeducation activities, and a post-test to evaluate changes in students' knowledge and attitudes after the activity. Pre-test and post-test data were collected using The Littering Attitude Scale (LAS). The results showed that most students did not understand the importance of sorting and disposing of waste according to its place. Students' understanding of the types of waste such as organic and inorganic is also still low. Through the Community Service Activities carried out, there is a change in student behavior in a positive direction in maintaining the cleanliness of the school environment.  Structured strategies such as psychoeducation and approaches that involve the role of students directly are needed, in order to foster a sense of student concern for the cleanliness of the school environment consistently and sustainably.   ABSTRAK Perilaku membuang sampah sembarangan di area sekolah menjadi masalah serius yang cukup umum terjadi di lingkungan sekolah dasar. Lingkungan sekolah yang bersih tidak hanya mendukung kesehatan, melainkan mencerminkan budaya disiplin dan perilaku tanggung jawab para siswa. Sekolah sebagai tempat Pendidikan formal memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian siswa terhadap lingkungan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis perilaku para siswa dalam membuang sampah di sekolah, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan sekolah untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 30 siswa kelas VI (enam) di SDN Caringin Nunggal. Data dikumpulkan melalui observasi lingkungan sekolah, pemberian pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, pelaksanaan kegiatan psikoedukasi anti-littering dan pengelolaan sampah, serta post-test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan dan sikap siswa setelah dilakukan kegiatan. Pengambilan data pre-test dan post-test menggunakan alat ukur The Littering Attitude Scale (LAS).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memahami pentingnya memilah dan membuang sampah sesuai dengan tempatnya. Pemahaman siswa terhadap jenis-jenis sampah seperti organik dan anorganik juga masih rendah. Melalui Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan menunjukkan adanya perubahan perilaku siswa ke arah yang positif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.  Diperlukan strategi yang terstruktur seperti psikoedukasi dan pendekatan yang melibatkan peran para siswa secara langsung, guna menumbuhkan rasa kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan sekolah secara konsisten dan berkelanjutan.
Menuju Lingkungan Sekolah Bersih: Psikoedukasi Anti-Littering pada Siswa Sekolah Dasar Negeri di Cianjur Kuncoro, Jessica Natasha; Hutapea, Bonar; Suripto, Kelly Angel; Telaumbanua, Kalis Jovial
Journal of Psychological Science and Profession Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profes
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v10i1.66610

Abstract

Perilaku membuang sampah sembarangan di lingkungan sekolah dasar merupakan masalah serius yang berimplikasi pada kesehatan, kebersihan, dan pembentukan karakter siswa. Lingkungan sekolah yang bersih tidak hanya menunjang kenyamanan belajar, tetapi juga mencerminkan budaya disiplin dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap siswa terhadap perilaku littering serta meningkatkan sikap anti-littering melalui kegiatan psikoedukasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VI SDN Caringin Nunggal yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah The Littering Attitude Scale (LAS) yang telah diadaptasi dalam bahasa Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi, pretest, intervensi psikoedukasi berupa sosialisasi dan praktik pemilahan sampah, serta posttest. Analisis data menggunakan paired-samples t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest (M = 78.9; SD = 6.11) dan posttest (M = 101; SD = 8.14), t(29) = -11.1, p < .001, dengan ukuran efek sangat besar (Cohen's d = 2.02). Hasil ini mengindikasikan bahwa psikoedukasi anti-littering efektif dalam meningkatkan sikap anti-littering siswa. Temuan ini merekomendasikan perlunya penerapan psikoedukasi secara rutin dan berkelanjutan dengan dukungan pihak sekolah agar perubahan sikap dapat terinternalisasi menjadi kebiasaan perilaku yang konsisten.