Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan shortpass berpasangan dan shortpass dengan target gawang kecil terhadap peningkatan keterampilan passing-stopping pemain sepakbola Klub Putra Saba tahun 2023. Premis utama penelitian adalah bahwa keterampilan passing-stopping tidak hanya dipengaruhi penguasaan teknik dasar, tetapi juga oleh struktur latihan yang berulang, spesifik, terarah pada sasaran, dan memberi kesempatan pemain menerima umpan balik gerak secara langsung. Penelitian menggunakan rancangan eksperimen pretest-posttest pada dua kelompok perlakuan. Sampel berjumlah 20 pemain yang dibagi melalui ordinal pairing menjadi kelompok shortpass berpasangan (n=10) dan kelompok shortpass target gawang kecil (n=10). Instrumen yang digunakan adalah tes sepak tahan bola/passing-stopping selama 30 detik. Perlakuan diberikan selama 12 pertemuan dengan frekuensi tiga kali seminggu. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan untuk membandingkan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan shortpass berpasangan meningkatkan rerata skor dari 9,20 menjadi 11,10 dengan gain 1,90 atau 20,65%; hasil uji-t menunjukkan t (9) = 4,670 dan p<0,001. Latihan shortpass dengan target gawang kecil meningkatkan rerata skor dari 8,10 menjadi 10,40 dengan gain 2,30 atau 28,40%; hasil uji-t menunjukkan t (9) = 5,129 dan p<0,001. Dengan demikian, kedua hipotesis penelitian diterima: kedua model latihan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan passing stopping. Secara praktis, latihan target gawang kecil menunjukkan peningkatan relatif lebih besar, sedangkan shortpass berpasangan tetap relevan untuk membangun ritme, komunikasi, dan kontrol umpan antar pemain.
Copyrights © 2023