Pemberlakukan Kurikulum Merdeka saat ini ditambahkan dengan pengimplementasian pendekatan deep learning. Namun, implementasi pendekatan deep learning di SMP Kota Yogyakarta masih menghadapi sejumlah permasalahan yang perlu diatasi agar dapat diterapkan secara optimal. Berdasarkan analisis terhadap berbagai kendala tersebut, terlihat bahwa kurangnya kesiapan guru, belum optimalnya penyusunan modul ajar, serta terbatasnya bahan bacaan yang mendorong pemecahan masalah menjadi hambatan utama. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan pelatihan dan pendampingan intensif bagi guru-guru Bahasa Indonesia SMP di Kota Yogyakarta. Pelatihan dan pendampingan guru ini mencakup pemahaman terkait strategi meaningful, mindful, dan joyful learning, serta penerapannya dalam modul ajar. Pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui kerja sama dengan MGMP Bahasa Indonesia Kota Yogyakarta dan diikuti oleh 25 guru. Pelatihan dilaksanakan dengan tahapan yang meliputi: sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional guru terhadap pendekatan deep learning dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Setelah serangkaian program pelatihan, sebanyak 87,2% guru telah menjawab dengan benar keseluruhan soal dalam post-test. Berdasarkan angket evaluasi program salah satunya diperoleh hasil sebanyak 78% peserta sangat setuju bahwa pelatihan ini meningkatkan kesiapan guru untuk mengimplementasikan perangkat pembalajaran Bahasa Indonesia berbasis deep learning di sekolah. Kata kunci: Kompetensi Guru, Perangkat Pembelajaran, Bahasa Indonesia, Deep Learning.
Copyrights © 2026