Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Wacana Kritis Pemberitaan Harian Suara Merdeka, Harian Republika, Harian Kompas, dan Tabloid Derap Guru dalam Pembentukan Citra Guru Dianastiti, Firstya Evi; Mardikantoro, Hari Bakti
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.182 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini dibahas dimensi tekstual, praktik kewacanaan, dan dimensi sosiokultural pemberitaan di  Harian Suara Merdeka, Harian Republika, Harian Kompas, dan Tabloid Derap Guru dalam membentuk citra guru.  Pendekatan metodologis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sedangkan pendekatan teoretis Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, Wujud citra guru di Harian Suara Merdeka cenderung positif dengan persentase 66,67%. Harian Republika juga condong ke pembentukan citra positif dengan persentase 60%. Adapun Harian Kompas 100% condong ke citra negatif bagi guru. Sebaliknya, Tabloid Derap Guru 100% mengarah ke pembentukan citra positif.  Kedua, citra positif dan negatif tersebut ditentukan oleh praktik wacana yang terdapat di media massa yang bersangkutan. Ketiga, teks yang diproduksi media dipengaruhi oleh teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural.According to the study results, firstly, it was revealed how mass media constructed the image of teacher based on textual analysis through representation stage. Suara Merdeka daily news tended to shape positive image with the percentage of 66,67% compared to negative image of 33,33%. Republika daily news also had the same trend to shape positive image of teacher with the percentage of 60% and 40% of negative image. In addition, Kompas daily news had a tendency to shape a 100% negative image of teacher while Derap Guru tabloid had a 100% positive image. The percentage and the direction of the image of teacher was in accordance with the data collected from November 2015 to January 2016. Secondly, the analysis of the discourse practice was focused on production and consumption of text. Suara Merdeka, Republika, and Kompas daily news including Derap Guru Tabloid seemed to have certain considerations to select issues to be presented to the readers every day. Text production is closely linked to the ideology of the journalist and the enterprise. Derap Guru tabloid mostly wrote reports about teacher from PGRI view point. Meanwhile, SuaraMerdeka gave larger portion at various news about teacher. However, Republika and Kompas as a national daily news did not report teacher in detail. At the stage of text consumption, informants mostly delivered positive response to news about teacher at that daily news and tabloid. Thirdly, sociocultural practice dimension was analyzed on three levels; they are (1) situational, (2) institutional, (3) and social.
Pengembangan Prototipe Bahan Ajar Mata Kuliah Menyimak Berbasis Audiovisual (Prototype Development of Teaching Materials Listening to Audio-Visual Based) Wijayanti, Asri; Dianastiti, Firstya Evi
JALABAHASA Vol 15, No 2 (2019): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v15i2.395

Abstract

Kebutuhan bahan ajar menyimak yang dilengkapi dengan latihan dan tugas menjadi hal penting untuk mendukung kemampuan menyimak. Penelitian ini bertujuan menjelaskan kebutuhan bahan ajar menyimak berjenis audiovisual dan penyusunan prototipenya bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Data penelitian ini adalah bahan ajar dan desain prototipe bahan ajar menyimak yang dikumpulkan dengan metode angket. Penelitian ini berjenis research and development, yaitu mengembangkan bahan ajar berjenis audiovisual pada mata kuliah menyimak. Analisis data menggunakan teknik analisis dokumen sehingga diperoleh model prototipe bahan ajar yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan bahan ajar yang dilengkapi dengan tugas dan latihan. Agar memiliki pengalaman menyimak langsung, dibutuhkan bahan ajar berjenis audiovisual. Pada aspek penyajian, mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang mencantumkan tujuan pembelajaran secara runtut. Pada aspek keterbacaan, mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang ditulis dengan kalimat efektif berupa kalimat tunggal. Mahasiswa membutuhkan buku dengan sampul berwarna cerah dan mencolok agar membangkitkan semangat belajar. The needs of teaching materials that are equipped with exercises and tasks are important to support listening skills. This research aims to explains the important of listening teaching materials audiovisual type and compiles the prototype for students in Indonesian Language and Literature Education. The data are the important of the teaching materials and the prototype design using questionaire methods. This is a research and development type, which is developing audiovisual type teaching materials on the courses of the listening subjects. Data analysis used document analysis techniques so that the prototype model of the proper teaching materials is obtained. This research indicates that teaching materials that are equipped with assignments and exercises is required. In order to have direct listening experience, audiovisual type teaching materials are needed. In the aspect of presentation, students need teaching materials that include learning objectives by coherently presented. In the aspect of readability, students need teaching materials written in effective sentences with a single sentence. Students need books with brightly colored and conspicuous covers to arouse learning enthusiasm.
Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi untuk Meningkatkan Keterampilan Guru dalam Pembelajaran Jarak Jauh Syahroni, Mashud; Dianastiti, Firstya Evi; Firmadani, Fifit
International Journal of Community Service Learning Vol 4, No 3 (2020): August 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.313 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v4i3.28847

Abstract

Masa pandemi Covid 19 mengakibatkan pembelajaran dilakukan secara jarak jauh atau daring. Ketersampaian materi ajar menjadi rendah dikarenakan peserta didik hanya mengerjakan tugas saja tanpa diberi penjelasan oleh guru. Kendala paling besar adalah kemampuan dan keterampilan guru dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran. Mayoritas guru membutuhkan pelatihan pembuatan materi ajar berupa video guna pembelajaran jarak jauh. Tim pengabdian masyarakat Universitas Tidar berupaya menyelesaikan permasalahan di kedua sekolah mitra melalui program pelatihan media pembelajaran bagi guru. Tujuannya agar keterampilan guru dalam membuat materi ajar menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan internet dapat meningkat. Penggunaan media pembelajaran terutama yang berbasis teknologi informasi dan internet menjadi kebutuhan yang utama ketika guru melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Subjek pelatihan ini adalah guru di SMA. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan klasikal. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan pelatihan dan workshop. Pelaksanaan pengabdian berjalan dengan lancar. Tujuan kegiatan pengabdian dapat tercapai yaitu 1) Guru memperoleh pengetahuan baru terkait pembuatan materi ajar mengunakan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan internet. 2) Guru mampu membuat video pembelajaran sebagai materi ajar menggunakan media berbasis teknologi informasi dan internet. Terdapat peningkatan kemampuan dan keterampilan dalam penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan internet guna mendukung proses pembelajaran secara daring. Guru-guru yang menjadi peserta pelatihan mampu membuat video pembelajaran sebagai materi ajar menggunakan media berbasis teknologi informasi dan internet.
Buzzer di Masa Pandemi Covid-19: Studi Analisis Wacana Kritis Kicauan Buzzer di Twitter: STUDY OF CRITICAL DISCOURSE ANALYSYIS OF BUZZER'S TWEET IN TWITTER Hanif Jati Pambudi; Ario Lukito Adi Nugroho; Liliek Handoko; Firstya Evi Dianastiti
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 1 (2021)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v23i1.1265

Abstract

The Covid-19 pandemic in Indonesia was widely discussed on social media, such as the Twitter. The widespread use of social media was followed by the emergence of buzzers with their goals and interests as well as  the ideology they promote. One of the buzzers is @ permadiaktivis1, in this case, who has confirmed himself a buzzer. This qualitative research refers to Norman Fairclough's critical discourse analysis by repeating the discussion on the textual dimension, the discourse practice, and the sociocultural dimension. Data obtained from tweets on the Twitter account @ permadiaktivis1 during the Covid-19 pandemic. The Buzzer in this study is positioned as a key opinion leader who is assumed able to polarize information related to the Covid-19 pandemic. the representation of the pandemic imaged as something negative is to negate the government's mismanagement in making policies related to pandemics. The tweets never blame the government for the policies issued, and insinuations and invitations became a pattern for tweets. The vaccination’s policy is packaged that teases those who doubt vaccinations or those who refuse it. The Buzzer phenomenon will impact the polarization of the information about COVID-19. Besides, several tweets from Buzzer show that they play significant role to support government policies.
Intertekstualitas Penokohan Rama dalam Ramayana Karya C. Rajagopalachari dan Ramayana Karya Sunardi D.M. serta Implementasinya sebagai Bahan Ajar di SMA Puteri, Wahyu Andhika; Cahyani, Dzikrina Dian; Dianastiti, Firstya Evi
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2021): REPETISI VOLUME 4 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesamaan penokohan Rama dalam Ramayana karya C. Rajagopalachari dan Ramayana karya Sunardi D.M. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk intertekstualitas penokohan Rama dalam Ramayana karya C. Rajagopalachari dan Ramayana karya Sunardi D.M. dan implementasinya sebagai bahan ajar berupa modul untuk pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan intertekstualitas. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan  teknik catat. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif. Data penelitian yang digunakan yaitu kalimat yang menunjukkan penokohan Rama. Hasil penelitian yang ditemukan yaitu (1) empat puluh (40) data menunjukkan ekspansi, (2) enam belas (16) data menunjukkan ekserp, (3) dua (2) data menunjukkan konversi, dan (4) sepuluh (10) data menunjukkan modifikasi. Simpulan penelitian yaitu bahwa penokohan Rama pada Ramayana karya Sunardi D.M. merupakan transformasi dari Ramayana karya C. Rajagopalachari yang menjadi hiprogramnya. Hasil penelitian ini dijadikan sebagai bahan ajar berupa modul siswa untuk SMA kelas XII.Kata kunci: Intertekstualitas, penokohan Rama, novel Ramayana, bahan ajar.
Urgensi Inklusi Pajak pada Mata Kuliah Umum di Perguruan Tinggi: Studi Kasus Persepsi dan Pemahaman Perpajakan Mahasiswa Universitas Tidar Firstya Evi Dianastiti; Novitasari Novitasari; Anggita Febriana Wati
Journal of Public Administration and Local Governance Vol 4, No 1 (2020): Local Government Policy, State Finance, and Law Enforcement
Publisher : Social and Political Science Faculty - Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jpalg.v4i1.2394

Abstract

Pajak merupakan salah satu penerimaan terbesar bagi negara yang digunakan untuk membiayai pengeluaran negara demi mewujudkan kesejahteraan rakyat. Akan tetapi, masyarakat termasuk generasi muda memiliki persepsi yang berbeda terhadap perpajakan di Indonesia sehingga target penerimaan pajak oleh pemerintah belum optimal. Sedangkan, generasi muda berperan sebagai agen perubahan terutama mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan pemahaman perpajakan mahasiswa di Universitas Tidar. Data diperoleh melalui teknik pengumpulan angket. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa Universitas Tidar semester dua tahun ajaran 2019/2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemahaman perpajakan mahasiswa tentang masih kurang termasuk pemahaman tentang pengertian pajak, fungsi pajak, regulasi dan mekanisme pembayaran pajak, jenis-jenis pajak, hingga pemberitaan tentang penyelewengan pajak di Indonesia. Meskipun demikian, mahasiswa memiliki persepsi bahwa pajak penting untuk kesejahteraan rakyat sehingga mendukung pembayaran pajak di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti memberikan rekomendasi yaitu persepsi mahasiswa terhadap perpajakan di Indonesia harus diperkuat melalui pelaksanaan inklusi pajak dalam pembelajaran di perguruan tinggi terutama melalui integrasi dalam Mata Kuliah Umum (MKU) karena MKU wajib ditempuh oleh seluruh mahasiswa.
Nilai Pendidikan dalam Novel Alang: Hidup Tak Pernah Memberi Bahu Untuk Bersandar Karya Desi Puspitasari dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Sastra di SMA Isti Rahayu; Mursia Ekawati; Firstya Evi Dianastiti
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2021): REPETISI VOLUME 4 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Alang: Hidup Tak Pernah Memberi Bahu Untuk Bersandar Karya Desi Puspitasari. Nilai tersebut dapat disampaikan dalam pembelajaran sebagai upaya pembentukan karakter siswa. Rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Nilai pendidikan apa saja yang terkandung dalam novel Alang: Hidup Tak Pernah Memberi Bahu Untuk Bersandar karya Desi Puspitasari?, (2) Bagaimana implementasi nilai pendidikan pada novel Alang: Hidup Tak Pernah Memberi Bahu Untuk Bersandar karya Desi Puspitasari dalam pembelajaran sastra di SMA?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Nilai pendidikan novel Alang: Hidup Tak Pernah Memberi Bahu Untuk Bersandar (2) Bentuk implementasi nilai pendidikan dalam novel Alang: Hidup Tak Pernah Memberi Bahu Untuk Bersandar sebagai bahan ajar pembelajaran sastra di SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Data dianalisis dengan teknik deskripsi kualitatif. Hasil penelitian ini ialah terdapat 26 data nilai pendidikan berupa nilai pendidikan religius, moral, sosial dan budaya. Hasil penelitian tersebut diformulasikan dalam bentuk handout mengenai materi isi novel kelas XII. Handout disusun mengacu pada KD 3.9 berupa menganalisis isi dan kebahasaan novel serta KD 4.9 berupa merancang novel atau novelet dengan memperhatikan isi dan kebahasaan.Kata Kunci: novel, nilai pendidikan, bahan ajar
Jenis dan Makna Reduplikasi dalam Novel Distilasi Alkena Karya Wira Nagara dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Kebahasaan di SMA Febri Prasetya; Fransiscus Xaverius Samingin; Firstya Evi Dianastiti
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2021): REPETISI VOLUME 4 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul “Jenis dan Makna Reduplikasi dalam Novel Distilasi Alkena Karya Wira Nagara dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Kebahasaaan di SMA” dilatarbelakangi oleh penggunaan variasi reduplikasi yang terdapat dalam novel. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memperoleh deskripsi tentang jenis reduplikasi dalam novel Distilasi Alkena karya Wira Nagara, (2) memperoleh deskripsi tentang makna reduplikasi dalam novel Distilasi Alkena karya Wira Nagara, dan (3) menghasilkan bahan ajar pembelajaran reduplikasi di SMA. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu novel Distilasi Alkena. Metode pengumpulan data yang dipergunakan yaitu metode simak. Teknik penyediaan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik catat. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik bagi unsur langsung. Hasil penelitian ini menemukan adanya reduplikasi seluruh, reduplikasi sebagian, reduplikasi yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks, dan reduplikasi dengan perubahan fonem. Ditemukan juga makna reduplikasi, meliputi: makna banyak, makna berulang-ulang, makna tingkat yang paling tinggi yang dapat dicapai, makna terus-menerus, makna sangat, makna dalam keadaan, makna dengan mendadak, makna sering, makna setiap, makna sedikit, makna pada, dan makna bentuk dasar...nya. Hasil penelitian ini diwujudkan menjadi handout dalam Kompetensi Dasar 3.4 dan 4.4 kelas X SMA.Kata Kunci: bahan ajar, jenis reduplikasi, makna reduplikasi, novel
Pelatihan Animasi Sederhana Bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah Se-Kabupaten Magelang Guna Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Masa Pandemi Mashud Syahroni; Firstya Evi Dianastiti
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v2i3.1276

Abstract

This community service activity seeks to solve problems that occur with partners about learning process during the COVID-19 pandemic in Indonesia. The online learning process has many problems and weaknesses when it is implemented in the past year. Likewise, the policy of the limited face-to-face learning making teachers have to extra efforts in conveying material to students. The short duration is used by the teacher to review online assignments so that the material is not in-depth. Therefore, the focus of the community service activity provided to partner teachers and principals of Madrasah Ibtidaiyah throughout Magelang Regency is making simple animated learning media using PowerPoint. The approach used in the training is the classical approach. Methods of implementing community service activities with training and practice. The training activities include the provision of introductory materials, demonstrations, and practical assignments. The results of the training evaluation show an increase in the ability of teachers in making learning media that is useful for improving the quality of learning during distance learning during the pandemic.
Representasi Budaya Multikultural dalam Meme di Media Sosial Firstya Evi Dianastiti; Agnira Rekha; Muhammad Daniel Fahmi Rizal; Anggita Febriana Wati
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 2 (2020): VOLUME 5 NUMBER 2 SEPTEMBER 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i2.1883

Abstract

This study aims to describe the various types of multicultural culture represented in uploading memes on Instagram social media. This research is a qualitative descriptive study. The analysis was carried out using Barthes' semiotic theory. The research data is in the form of meme uploads on Instagram social media with the account names @ mrci.id and @ memecomic.id. Data collection was carried out from May to August 2020. Based on data collection conducted from May to August 2020, nine data were found from the @ mrci.id and @ memecomic.id accounts that represent multicultural culture. Cultural multiculturalism found is cultural representation of (a) Javanese, (b) Padang, (c) Sundanese, (d) with regard to religious holidays, and (e) regarding cycling culture.