Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi dan makna tuturan yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, yang memberikan sambutan pada Konvensi Sains-Teknologi 2025 di kampus Institut Teknologi Bandung pada 7 Agustus 2025. Dalam pidatonya, terdapat pernyataan yang membuat para pendidik di seluruh Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap momen tersebut, “Banyak yang di media sosial selalu mengatakan, oh menjadi dosen atau guru tidak dihargai karena gajinya tidak besar, apakah semuanya harus keuangan negara? Ataukah ada partisipasi masyarakat?” Tuturan tersebut menimbulkan berbagai interpretasi dari kalangan pendidik maupun non-pendidik sehingga penulis merasa perlu untuk menganalisis secara mendalam makna dari tuturan tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penulis menganalisis teks transkripsi pidato Menteri Keuangan dalam Konvensi Sains-Teknologi 2025. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman pola tindak tutur dalam konteks pidato politik formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 data, yang terdiri dari 9 data representatif termasuk representatif-direktif, serta 3 data ekspresif termasuk ekspresif-representatif-direktif. Tindak tutur representatif digunakan untuk menyampaikan pernyataan, serta menginformasikan asal dana pendidikan dari APBN, jumlahnya, dan bagaimana dana tersebut didistribusikan dalam klaster 1, 2, dan 3 beserta tujuan masing-masing. Sementara itu, tindak tutur ekspresif digunakan untuk mengungkapkan sudut pandang pribadi Menteri Keuangan terkait keluhan para pendidik di Indonesia mengenai dana tunjangan kinerja.
Copyrights © 2026