Penelitian ini menganalisis pengaruh teknik pengelolaan hutan terhadap tingkat kesehatan hutan rakyat di Desa Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Metode Pemantauan Kesehatan Hutan (PKH) diterapkan menggunakan enam klaster plot pengamatan dan wawancara dengan 29 responden petani hutan rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata indeks kesehatan hutan (NKH) adalah 2,92, yang dikategorikan sedang. Klaster dengan status baik menunjukkan produktivitas yang lebih tinggi, tajuk yang lebih sehat, dan kualitas tapak yang lebih baik, sementara klaster dengan status buruk menunjukkan keragaman dan vitalitas yang rendah. Sebagian besar responden mempraktikkan sistem tumpang sari dan agroforestri, yang secara efektif meningkatkan kesuburan tanah, menjaga kelembapan tanah, dan memperbaiki iklim mikro. Dukungan kelembagaan melalui program penyuluhan dan pelatihan yang dipimpin pemerintah atau LSM juga telah memperkuat kapasitas petani untuk mengelola hutan secara adaptif dan berkelanjutan. Secara umum, teknik pengelolaan hutan yang tepat telah memengaruhi kesehatan hutan, produktivitas, dan keseimbangan ekosistem secara positif, yang menekankan pentingnya praktik pengelolaan hutan partisipatif dan berkelanjutan yang berkelanjutan di tingkat masyarakat.
Copyrights © 2026