Background: Peningkatan kompetensi guru sekolah dasar dalam penguasaan Bahasa Inggris menjadi kebutuhan mendesak seiring kebijakan pemerintah yang menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat SD mulai tahun 2027. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru SDN Klampok 01 Kabupaten Brebes melalui pendekatan immersive learning berbasis kearifan lokal. Metode: Metode yang digunakan adalah community-based participatory approach dengan melibatkan 20 guru sebagai subjek utama. Program dilaksanakan selama delapan bulan melalui lima tahapan: sosialisasi dan identifikasi mentor sejawat, pelatihan Bahasa Inggris, pendampingan implementasi, penguatan komunitas belajar guru (Kombel Damar Wulan), serta evaluasi capaian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, refleksi, dan angket kepuasan, dengan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Kegiatan menunjukkan rata-rata keberhasilan pelatihan sebesar 86% dengan capaian tertinggi pada praktik bersama siswa (90%), pemasangan 55 signage dan poster bilingual di area sekolah, serta penguatan Kombel Damar Wulan sebagai pusat refleksi profesional guru. Survei kepuasan memperoleh skor 4,74 (94,7%), menunjukkan program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi guru, tetapi juga mengonsolidasikan ekosistem sekolah imersif. Kesimpulan: Intervensi serupa berpotensi untuk diterapkan di sekolah dasar lain melalui penerapan pendekatan immersive learning yang sejenis.
Copyrights © 2026