Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan di SMK Teknologi Muhammadiyah Bukitinggi yaitu hambatan dalam implementasi sistem pembelajaran berdasarkan kurikulum merdeka belajar, guru juga kesulitan dalam mengkondisikan kelas, siswa meribut, siswa yang tidak aktif mengikuti pembelajaran, sistem belajar yang masih berpusat pada guru, hal itu dikarenakan siswa yang susah diatur, guru menjelaskan materi siswa tidak memperhatikan melainkan sibuk sendiri seperti main game di handpone. banyak dari siswa yang merasa jenuh belajar PAI, sehingga seringkali ketika pembelajaran PAI siswa izin keluar dan kembali saat pembelajaran PAI akan berakhir. Jenis penelitian ini deskriptif mendetail. Sumber data didapatkan melalui informan utama yakni guru PAI, sedangkan narasumber pendukung yaitu kepala SMK Teknologi Muhammadiyah Bukitinggi dan siswa kelas X. penggumpulan informasi dengan tanya jawab, pengamatan, dan pendokumentasian. Sedangkan Metode analisis data yang peneliti lakukan diantaranya pengurangan informasi, penyajian informasi, dan verifikasi informasi. Untuk memastikan keabsahan dalam penelitian ini peneliti menggunakan ketekunan pengamatan dan triangulasi data. Hasil studi tentang optimalisasi manajemen kelas dalam memotivasi minat belajar PAI siswa kelas X berbasis kurikulum merdeka di SMK Teknologi Muhammadiyah Bukittinggi, guru sudah menerapkan Perencanaan Kelas, Kepemimpinan Kelas, dan sudah menerapkan komponen berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal, diantaranya menunjukkan sikap tanggap, membagi perhatian, ketrampilan memusatkan perhatian kelompok, memberikan petunjuk yang jelas, menegur dan keluwesan, sementara itu yang belum diterapkan yaitu, memberikan penguatan, bervariasi, dan penanaman kedisiplinan. Yang kedua terkait dengan pengaturan kondisi pembelajaran dengan optimal diantaranya pengaturan kelompok, mengidentifikasi serta menyelesaikan perilaku yang memicu masalah. Sementara itu, yang belum dilaksanakan adalah modifikasi perilaku. Guru menghadapi beberapa kendala, diantaranya keterbatasan fasilitas dalam mengajar, guru kurang menguasai penggunaan media pembelajaran teknologi, Kurangnya pemahaman guru PAI dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka, dan siswa susah diatur.
Copyrights © 2026