Dalam proses komunikasi tindak tutur memegang peranan penting karena seseorang tidak hanya berkomunikasi, tetapi juga mencerminkan nilai dan identitas budaya penutur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur direktif dalam komunikasi antarbudaya masyarakat Kota Palu yang terdiri dari suku Kaili, Bugis dan Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami fenomena komunikasi antarbudaya yang kompleks dan beragam. Data berupa tuturan lisan yang dikumpulkan melalui teknik observasi, teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam dan teknik catat di pasar Lasoani dan lingkungan Universitas Tadulako. Hasil penelitian menunjukkan enam bentuk tindak tutur direktif yang ditemukan yaitu permintaan, perintah, pertanyaan, larangan, pemberian izin, dan nasihat, dengan sebelas fungsi seperti mengharap, memohon, menyuruh, mengontruksi, menyilakan, bertanya, mencegah, melarang, mengizinkan, menyarankan, dan mendorong. Penggunaan tindak tutur direktif dipengaruhi oleh norma sosial dan kompetensi komunikasi antarbudaya yang meliputi aspek sosiolinguistik, gramatikal, strategis dan wacana. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan keterampilan komunikasi antarbudaya di lingkungan pendidikan.
Copyrights © 2026