Jurnal Biosense
Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026

EFEK EKSTRAK KULIT BUAH KABAU (Archidendron bubalinum (Jack) I.C Nielsen) TERHADAP AKTIVITAS MAKROFAG MENCIT JANTAN SETELAH DIPAPARKAN CdCl2

Riana, Elisa Nurma (Unknown)
Khairani, Iffa Afiqa (Unknown)
Anisa, Hida Arliani Nur (Unknown)
Fatriani, Rizka (Unknown)
Andriani, Silvia (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2026

Abstract

Logam kadmium (Cd) yang berasal dari kegiatan industri seperti produksi baterai, pelapisan logam, penggunaan pupuk fosfat, pembakaran bahan bakar fosil, dan pembuatan plastik dapat meningkatkan produksi reactive oxygen species (ROS). Produksi ROS berlebih dalam tubuh akan menyebabkan penyakit dan mempengaruhi sistem imun tubuh akibat stres oksidatif. Stres oksidatif merupakan suatu kondisi ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan. Untuk melindungi tubuh dari stres oksidatif diperlukan suatu senyawa antioksidan, seperti yang terkandung dalam kulit buah kabau (Archidendron bubalinum). Penelitian ini bertujuan mengetahui mengetahui adanya peningkatan aktivitas fagositosis makrofag pada mencit Jantan yang dipaparkan CdCl2. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Mencit yang digunakan 24 ekor dengan 6 kelompok yang terdiri dari 3 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit buah kabau dosis 95 mg/kgBB, 190 mg/kgBB dan 380 mg/kgBB pada uji aktivitas fagositosis makrofag menunjukkan hasil yang signifikan sebesar p = 0,005. Hal ini berarti bahwa ekstrak kulit buah kabau dapat meningkatkan sistem imun mencit dengan perlakuan P2 memiliki aktivitas fagositosis tertinggi yaitu 55,91%.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

BIOSENSE

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Biosense menitikberatkan pada publikasi hasil penelitian biologi dan ilmu terapan bidang biologi. Artikel ilmiah dalam lingkup biologi yang meliputi: botani, zoologi, mikrobiologi, genetika, fisiologi, dan konservasi, sedangkan lingkup ilmu terapan biologi meliputi: Kesehatan/kedokteran, ...