Keterampilan berbicara bahasa Jawa krama siswa sekolah dasar mengalami penurunan yang mengkhawatirkan. Data awal menunjukkan hanya 32% siswa kelas IV SDN 01 Purwogondo yang mampu menggunakan bahasa Jawa krama secara tepat, sementara sebagian besar siswa masih berada pada kategori cukup dan kurang. Kondisi ini mengindikasikan perlunya penerapan model pembelajaran yang lebih inovatif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh model Quantum Learning terhadap keterampilan berbicara bahasa Jawa krama. Pendekatan kuantitatif dengan rancangan Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest Design diterapkan pada 25 siswa yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes lisan dan dianalisis dengan statistik deskriptif serta uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 66, 08 (pretest) menjadi 82,68 (posttest), dengan nilai t hitung −12,316 pada taraf signifikansi p < 0,001. Temuan ini membuktikan bahwa model Quantum Learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterampilan berbicara bahasa Jawa krama siswa.
Copyrights © 2026