The development of information and communication technology has encouraged public institutions to adapt in delivering information to the public in a fast, transparent, and interactive manner. The police, as a state institution, have a responsibility to fulfill public information needs in order to build public trust and participation. This study aims to identify and describe the activities of the Public Relations Division of Sikka Police Resort in utilizing Instagram social media @humas_polressikka as a medium for disseminating public information. This study employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with public relations officers of Sikka Police Resort, observation of the content posted on the Instagram account @humas_polressikka, and relevant documentation. Data analysis was conducted using an interactive qualitative analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The results indicate that the Public Relations Division of Sikka Police Resort has utilized Instagram as a medium for disseminating public information, including information on police activities, public services, public order and security (kamtibmas) appeals and education, law enforcement, and information clarification. Instagram is used as an effective publication medium due to its visual nature, speed, and ease of access for the public. Public relations activities through Instagram also contribute to building a positive image of Sikka Police Resort as an open and humane institution. However, the use of social media still faces several challenges, such as limited human resources, inconsistency in content management, and the lack of optimal two-way interaction with the public. This study concludes that Instagram has functioned as a medium for public information dissemination by the Public Relations Division of Sikka Police Resort; however, strengthening communication strategies, enhancing content creativity, and improving public interaction management are necessary to optimize the role of social media in supporting information transparency and public trust. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong institusi publik untuk beradaptasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat, terbuka, dan interaktif. Kepolisian sebagai institusi negara memiliki tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan informasi publik guna membangun kepercayaan dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan aktivitas humas Polres Sikka dalam memanfaatkan media sosial Instagram @humas_polressikka sebagai sarana penyebaran informasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak humas Polres Sikka, observasi terhadap konten akun Instagram @humas_polressikka, serta dokumentasi pendukung yang relevan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas Polres Sikka telah memanfaatkan Instagram sebagai media penyebaran informasi publik yang meliputi informasi kegiatan kepolisian, pelayanan publik, imbauan dan edukasi kamtibmas, penegakan hukum, serta klarifikasi informasi. Instagram digunakan sebagai sarana publikasi yang efektif karena bersifat visual, cepat, dan mudah diakses oleh masyarakat. Aktivitas humas melalui Instagram juga berkontribusi dalam membangun citra positif Polres Sikka sebagai institusi yang terbuka dan humanis. Namun demikian, pemanfaatan media sosial tersebut masih menghadapi kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, konsistensi pengelolaan konten, serta belum optimalnya interaksi dua arah dengan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Instagram telah berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi publik oleh humas Polres Sikka, namun diperlukan penguatan strategi komunikasi, kreativitas konten, dan pengelolaan interaksi publik agar peran media sosial dapat lebih optimal dalam mendukung keterbukaan informasi dan kepercayaan masyarakat.
Copyrights © 2026