Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bonggol pisang menjadi keripik sebagai upaya meminimalisir pencemaran lingkungan dari limbah pertanian serta meningkatkan nilai tambah ekonomi. Metode pengabdian yang digunakan adalah metode partisipatif dan aplikatif melalui kegiatan yang dilaksanakan selama 7 hari, meliputi tahapan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi dengan melibatkan 30 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Desa Perbo. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pemanfaatan bonggol pisang sebagai bahan pangan alternatif, serta peningkatan keterampilan dalam proses pengolahan keripik bonggol pisang. Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik renyah, berwarna kuning kecoklatan, bercita rasa gurih, dan memiliki daya simpan yang cukup baik. Selain itu, kegiatan ini mampu mengurangi limbah pertanian serta memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat. Simpulan pengabdian ini adalah pemanfaatan bonggol pisang menjadi keripik efektif dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan keterampilan dan potensi ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.
Copyrights © 2026