Journal of Public Health Concerns
Vol. 6 No. 2 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns

Penerapan terapi non-farmakologi dalam upaya pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi (SEMANGAT SEHAT)

Dekawaty, Ayu (Unknown)
Aditiaya, Aditiaya (Unknown)
Fadhilah, Amirotun (Unknown)
Ningsih, Cahaya Fitri May (Unknown)
Aziza, Dera (Unknown)
Safitri, Indri (Unknown)
Intan, Intan (Unknown)
Astuti, Mega (Unknown)
Yani, Pitri (Unknown)
Abdillah, Ricky Farhan (Unknown)
Saprina, Wahyuni (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 Apr 2026

Abstract

Background: Hypertension is a condition of elevated blood pressure that can be influenced by various factors, such as lack of physical activity, an unhealthy diet, and an imbalance in nutritional intake. If left uncontrolled, high blood pressure can increase the risk of cardiovascular complications such as stroke, heart disease, and kidney disorders. Blood pressure control can be achieved through pharmacological and non-pharmacological approaches. One non-pharmacological approach that can be implemented is a combination of physical activity and nutritional interventions, such as the Semangat Sehat Program, which consists of healthy exercise and watermelon juice consumption. Purpose: To provide education on blood pressure control through the implementation of hypertension exercise therapy and watermelon juice consumption in patients with hypertension. Method: This activity was conducted in the 13 Ulu Village, Palembang City, involving 30 participants from the 13 Ulu Village area with hypertension complaints. The goal of this activity was to provide education to increase awareness, motivation, and the implementation of a healthy lifestyle in hypertension management. Education was provided community-based with mentoring and an interactive communication approach. The intervention included hypertension exercise and watermelon juice. Evaluation was conducted by measuring blood pressure before therapy (pre-test) and after therapy (post-test). The results were analyzed to determine the effectiveness of the therapy in controlling blood pressure. Results: Blood pressure measurements from 30 participants before the intervention (pre-test) revealed an average systolic blood pressure of 148 mmHg, with a minimum of 99 mmHg and a maximum of 182 mmHg. Meanwhile, the average diastolic blood pressure was 89.34 mmHg, with a minimum of 66 mmHg and a maximum of 129 mmHg. After the intervention (post-test), the average systolic blood pressure decreased to 136 mmHg, with a minimum of 95 mmHg and a maximum of 168 mmHg. Meanwhile, the average diastolic blood pressure decreased to 83.34 mmHg, with a minimum of 60 mmHg and a maximum of 118 mmHg. Conclusion: Community service activities through the "Semangat Sehat" program intervention, which combines hypertension exercise and watermelon juice nutrition, can help lower blood pressure. The Healthy Spirit Program can be an effective alternative non-pharmacological intervention to help control blood pressure and improve public health. Suggestion: It is hoped that the results of this activity can serve as a reference in developing teaching materials in health education institutions, particularly regarding non-pharmacological interventions in hypertension control, as well as serve as a reference source in the development of promotive and preventive health sciences. The "Healthy Spirit Program" can be recommended for routine implementation and has the potential to become a simple, safe, and applicable strategy for improving public health. Keywords: Blood Pressure; Healthy Exercise; Hypertension; Non-pharmacological Therapy; Watermelon Juice Pendahuluan: Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, serta ketidakseimbangan asupan nutrisi. Jika tidak dikendalikan, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kardiovaskular seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Upaya pengendalian tekanan darah dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun non-farmakologis. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat diterapkan adalah kombinasi aktivitas fisik dan intervensi nutrisi, seperti Program Semangat Sehat yang terdiri dari senam sehat dan konsumsi jus semangka. Tujuan: Memberikan edukasi pengendalian tekanan darah melalui penerapan terapi senam hipertensi dan konsumsi jus semangka pada penderita hipertensi. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan 13 Ulu, Kota Palembang dengan melibatkan 30 partisipan yang merupakan masyarakat wilayah Kelurahan 13 Ulu dengan keluhan hipertensi. Sasaran kegiatan ini adalah pemberian edukasi untuk meningkatkan kesadaran, motivasi, dan penerapan pola hidup sehat dalam pengendalian hipertensi. Edukasi diberikan berbasis komunitas dengan pendampingan dan pendekatan komunikasi interaktif. Intervensi diberikan dengan melakukan penerapan senam hipertensi dan pemberian jus semangka. Evaluasi dilakukan dengan pengukuran tekanan darah sebelum kegiatan terapi (pre-test) dan setelah kegiatan terapi (post-test). Hasil pengukuran di analisa untuk melihat efektifitas terapi dalam pengendalian tekanan darah.   Hasil: Mendapatkan data pengukuran tekanan darah pada 30 partisipan sebelum dilakukan intervensi (pre-test) yaitu diperoleh nilai rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 148 mmHg, dengan nilai minimum 99 mmHg dan maksimum 182 mmHg. Sementara itu, rata-rata tekanan darah diastolik sebesar 89.34 mmHg, dengan nilai minimum 66 mmHg dan maksimum 129 mmHg. Setelah dilakukan intervensi (post-test), rata-rata tekanan darah sistolik menurun menjadi 136 mmHg, dengan nilai minimum 95 mmHg dan maksimum 168 mmHg. Sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik menurun menjadi 83.34 mmHg, dengan nilai minimum 60 mmHg dan maksimum 118 mmHg. Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui intervensi program “Semangat Sehat” yang merupakan kombinasi senam hipertensi dan pemberian nutrisi jus semangka dapat membantu menurunkan tekanan darah. Program Semangat Sehat dapat menjadi salah satu alternatif intervensi non-farmakologis yang efektif dalam membantu pengendalian tekanan darah dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Saran: Diharapkan hasil kegiatan ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan materi pelajaran di lembaga pendidikan kesehatan, khususnya terkait intervensi non-farmakologis dalam pengendalian hipertensi, serta menjadi sumber rujukan dalam pengembangan ilmu kesehatan berbasis promotif dan preventif. Penerapan “Program Semangat Sehat” dapat direkomendasikan untuk dilakukan secara rutin dan sehingga berpotensi menjadi strategi sederhana, aman, dan aplikatif dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

phc

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Jurnal pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok maupun lembaga pendidikan sekolah. Kegiatannya yang diawali dengan survei lapangan dan temuan masalah kesehatan yang dialami ...