Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Terapi Bermain Dengan Media Scrapbook Terhadap Kecemasan Anak Usia Prasekolah Yang Mengalami Hospitalisasi Malita, Malita; Dekawaty, Ayu; Suzanna, Suzanna
Ners Akademika Vol. 3 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/nersakademika.v3i1.3906

Abstract

Purpose: This study aimed to determine the effect of play therapy with scrapbook media on anxiety in preschool-aged children hospitalized at Muhammadiyah Hospital Palembang. Research Method: This study used a pre-experimental method with a one-group pretest and post-test design. Purposive sampling was used with 16 respondents who were pediatric patients treated at Muhammadiyah Hospital Palembang. The intervention was provided for 30 min, once a day, during the child's free time. Results: The results of the non-parametric test using the Wilcoxon Test showed a p-value <0.000 (<0.05). Limitations: This study involved only 16 respondents, which limits the generalizability of the findings. Larger sample sizes would provide more robust and reliable results. Contributions: This article contributes to the growing body of evidence supporting play therapy as an effective tool for managing anxiety in preschool-aged children, particularly in hospital settings.
PLANT THERAPY UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI RENDAH PADA KLIEN HARGA DIRI RENDAH DI PANTI REHABILITASI PENGEMIS, GELANDANGAN DAN ORANG TERLANTAR (PR-PGOT) Rini, Puji Setya; Romadoni, Siti; Dekawaty, Ayu
Khidmah Vol 2 No 1 (2020): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v2i1.300

Abstract

Pasien gangguan mental harga diri rendah seringkali diasingkan di lingkungan, terbuang dari keluarga, dan mendapat perlakuan fisik yang kurang manusiawi sehingga upaya –upaya dalam memodifikasi lingkungan menjadi sangat penting. Terapi lingkungan merupakan suatu tindakan penyembuhan pasien dengan gangguan jiwa melalui manipulasi dan modifikasi unsur yang ada di lingkungan dan berpengaruh terhadap proses penyembuhan. Tujuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk membantu peningkatan harga diri bagi klien dengan harga diri rendah, dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan klien dengan harga diri rendah sehingga punya kegiatan untuk mengisi waktu luang di panti dan dapat dijadikan sebagai lahan enterpreneur bagi klien dengan harga diri rendah. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi terkait mekanisme pelaksanaan kegiatan di lapangan, kemudian dilanjutkan kegiatan dilapangan diawali dengan demonstrasi dan pelaksanaan Plant Therapy yang dibentuk dalam kelompok kecil untuk membentuk Team Work masing – masing kelompok. Sasaran dalam kegiatan ini yaitu penghuni PR-PGOT dengan harga diri rendah yang sudah kooperatif. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam tiga tahapan kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil yang didapatkan yaitu adanya peningkatan harga diri klien sebelum dan sesudah dilaksanakan kegiatan Plant Therapy dengan pembentukan kelompok – kelompok kecil yang dapat dilihat dari tanda dan gejala klien yaitu klien lebih terbuka terhadap dirinya sendiri (memiliki kemampuan dalam hal berkebun) dan akan meneruskan kegiatan berkebun, klien mencoba untuk lebih menerima dirinya sendiri, klien tampak tertarik dan antusias untuk mengikuti terapi berkebun, klien tampak sudah mencoba untuk saling membantu dalam berkebun dan klien mengatakan hasil kebun akan digunakan bersama warga panti lainnya. Mental disorders patients with low self-esteem are often ostracized in the environment, banished from the family, and eceived inhumane physical treatment so that efforts in modifying the environment are very important. Millieu Therapy is an act of healing patients with mental disorders through manipulation and modification of elements in the environment and affect the healing process. The purpose of this community service activity to help increase selfesteem for clients with low self-esteem, can increase the knowledge and skills of clients with low self-esteem so that they have activities to fill spare time at the Panti and can be used as entrepreneur land for clients with low self-esteem. The implementation of this activity uses the lecture and discussion method related to the mechanism of implementing activities in the field, then continued with field activities beginning with demonstrations and implementation Plant Therapy formed in small groups to form a Team Work of each group. The target in this activity is the occupants of PR-PGOT with low self-esteem that is already cooperative. These service activities are carried out in three stages, namely preparation, implementation and evaluation.Evaluation of activities is carried out to see an increase in client self-esteem through the signs and symptoms shown by the client. The results obtained are an increase in client's self-esteem before and after the Plant Therapy activity is carried out by forming small groups which can be seen from the signs and symptoms of the client which is the client more open to himself (has the ability in terms of gardening) and will continue gardening, the client tries to be more accepting of himself, the client seems interested and enthusiastic about attending gardening therapy, the client seems to have tried to help each other in gardening and the client said the garden would be shared with other residents of Panti.
PENDIDIKAN KESEHATAN MENGENAI PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA SISWA SMA NEGERI I KECAMATAN SUNGSANG Dekawaty, Ayu; Imardiani, Imardiani
Khidmah Vol 2 No 2 (2020): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v2i2.323

Abstract

Proses globalisasi menimbulkan transformasi komunikasi dan informasi di berbagai kawasan dunia yang memberikan dampak terhadap perubahan nilai-nilai sosial dan budaya. Keadaan ini membutuhkan kemampuan penyesuaian dan mengatasi masalah yang tinggi, disamping dukungan lingkungan yang kondusif untuk berkembangnya nilai-nilai sosial dan budaya yang tanggap terhadap berbagai perubahan. Kondisi demikian sangat rentan terhadap stres, anisietas, konflik, ketergantungan terhadap NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya), perilaku seksual yang menyimpang, yang dapat digolongkan sebagai masalah psikososial (Wirawan, 2007). Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh tim panitia pengabdian masyarakat Milad STIKes Muhammadiyah Palembang, didapatkan data bahwa angka kejadian penyalahgunaan NAPZA masih tinggi, terutama pada remaja. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis memberikan pendidikan kesehatan tentang Penyalahgunaan NAPZA pada siswa SMA Negeri I Sungsang dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab dengan tujuam agar siswa SMA Negeri I Sungsang mengetahui bahaya dari Penyalahgunaan NAPZA. Hasil dari pemberian edukasi adalah meningkatnya pengetahuan siswa tentang penyalahgunaan NAPZA setelah diberikan intervensi, dari 24% yang berpengetahuan baik menjadi 96% berpengetahuan baik. The process of globalization has led to the transformation of communication and information in various regions of the world that have an impact on changes insocial and cultural values. This situation requires high ability to adapt and overcome problems, in addition to supporting the environment conducive to thedevelopment of social and cultural values that are responsive to various changes. Such conditions are very vulnerable to stress, anxiety, conflict, dependence ondrugs (Narcotics, Psychotropics and other addictive substances), deviant sexual behavior that can be classified as psychosocial problems (Wirawan, 2007). Basedon observations made by the community service committee team of the Muhammadiyah Palembang STIKes Milad, it was found that the incidence of drugabuse was very high. Based on the description above, the authors provide health education about Drug Abuse to Students at Sungsang Senior High School,discussion and question and answer methods with the aim that the Sungsang Senior High School students know the dangers of Drug Abuse. The result of providing education is to increase students' knowledge of drug abuse after an intervention has been given, from 24% to 96% have good knowledge.
Puding Kacang Hijau ‘Pujo’ Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Dekawaty, Ayu
Khidmah Vol 6 No 1 (2024): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v6i1.468

Abstract

Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Gizi yang tidak seimbang pada anak mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan kedepannya. Angka stunting di Indonesia ditargetkan turun dibawah 20% sehingga mampu mencapai target WHO. Untuk mencapai target tersebut diperlukan upaya bersama, salah satunya dimulai dari unit terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga. Berdasarkan data yang didapat dari pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Terpadu (PKLT) yang dilakukan oleh mahasiswa IKesT Muhammadiyah Palembang dengan isntrumen kuesioner, wawancara, dan pengamatan ditemukan data mengenai potensial peningkatan kejadian stunting dengan data:61% responden tidak memenuhi kebutuhan ‘isi piringku’, masyarakat dominan memberikan makanan dengan kandungan karboidrat, dan tidak memperhatikan keberagaman jenis makanan. Hasil data sekunder dari Puskesmas didapatkan 3 kasus stunting di wilayah tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pengabdi melakukan kegiatan yang bertujuan untuk menurunkan potensi peningkatan angka stunting dengan upaya memberikan penyuluhan tentang gizi seimbang ‘isi piringku’ serta pengembangan produk inovatif pembuatan dan pembagian puding kacang hijau ‘PUJO’ pada balita dan anak. Setelah dilakukan kegiatan, evaluasi dilakukan dengan tanya jawab dan observasi. Masyarakat dapat menjawab pertanyaan tentang kebutuhan gizi pada anak serta alternatif makanan sehat yang dapat diberikan pada bayi dan anak, seperti puding kacang hijau. Anak-anak menyukai dan menghabiskan puding yang diberikan. Program seperti ini diharapkan dapat menjadi program rutin yang selanjutnya dapat dilakukan dalam upaya pencegahan stunting.
Laughter therapy for the risk of violent behaviour in people with severe mental disorders: A case study report Syalsabillah, Padila Putri; Dekawaty, Ayu
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2026): January Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i5.2212

Abstract

Background: The risk of violent behaviour is an angry response that can arise and can injure oneself, others, and the environment. Laughter therapy has become one of the complementary approaches believed to reduce emotional tension and help control anger. Purpose: To analyse laughter therapy in reducing the risk of violent behaviour in people with severe mental disorders. Method: A qualitative approach method with the Case Study Research (CSR) strategy. Results: There was a decrease in scores on the observation sheet of signs and symptoms in patients at risk of violent behaviour, with the score before laughter therapy being 8 and decreasing to 2 after laughter therapy was administered. Conclusion: Laughter therapy is one of the non-pharmacological therapies to reduce anger, especially in patients at risk of violent behaviour. Keywords: Laughter Therapy; Mental Health; Nursing Care; Risk of Violent Behaviour.
Penerapan terapi non-farmakologi dalam upaya pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi (SEMANGAT SEHAT) Dekawaty, Ayu; Aditiaya, Aditiaya; Fadhilah, Amirotun; Ningsih, Cahaya Fitri May; Aziza, Dera; Safitri, Indri; Intan, Intan; Astuti, Mega; Yani, Pitri; Abdillah, Ricky Farhan; Saprina, Wahyuni
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 2 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i2.2672

Abstract

Background: Hypertension is a condition of elevated blood pressure that can be influenced by various factors, such as lack of physical activity, an unhealthy diet, and an imbalance in nutritional intake. If left uncontrolled, high blood pressure can increase the risk of cardiovascular complications such as stroke, heart disease, and kidney disorders. Blood pressure control can be achieved through pharmacological and non-pharmacological approaches. One non-pharmacological approach that can be implemented is a combination of physical activity and nutritional interventions, such as the Semangat Sehat Program, which consists of healthy exercise and watermelon juice consumption. Purpose: To provide education on blood pressure control through the implementation of hypertension exercise therapy and watermelon juice consumption in patients with hypertension. Method: This activity was conducted in the 13 Ulu Village, Palembang City, involving 30 participants from the 13 Ulu Village area with hypertension complaints. The goal of this activity was to provide education to increase awareness, motivation, and the implementation of a healthy lifestyle in hypertension management. Education was provided community-based with mentoring and an interactive communication approach. The intervention included hypertension exercise and watermelon juice. Evaluation was conducted by measuring blood pressure before therapy (pre-test) and after therapy (post-test). The results were analyzed to determine the effectiveness of the therapy in controlling blood pressure. Results: Blood pressure measurements from 30 participants before the intervention (pre-test) revealed an average systolic blood pressure of 148 mmHg, with a minimum of 99 mmHg and a maximum of 182 mmHg. Meanwhile, the average diastolic blood pressure was 89.34 mmHg, with a minimum of 66 mmHg and a maximum of 129 mmHg. After the intervention (post-test), the average systolic blood pressure decreased to 136 mmHg, with a minimum of 95 mmHg and a maximum of 168 mmHg. Meanwhile, the average diastolic blood pressure decreased to 83.34 mmHg, with a minimum of 60 mmHg and a maximum of 118 mmHg. Conclusion: Community service activities through the "Semangat Sehat" program intervention, which combines hypertension exercise and watermelon juice nutrition, can help lower blood pressure. The Healthy Spirit Program can be an effective alternative non-pharmacological intervention to help control blood pressure and improve public health. Suggestion: It is hoped that the results of this activity can serve as a reference in developing teaching materials in health education institutions, particularly regarding non-pharmacological interventions in hypertension control, as well as serve as a reference source in the development of promotive and preventive health sciences. The "Healthy Spirit Program" can be recommended for routine implementation and has the potential to become a simple, safe, and applicable strategy for improving public health. Keywords: Blood Pressure; Healthy Exercise; Hypertension; Non-pharmacological Therapy; Watermelon Juice Pendahuluan: Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, serta ketidakseimbangan asupan nutrisi. Jika tidak dikendalikan, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kardiovaskular seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Upaya pengendalian tekanan darah dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun non-farmakologis. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat diterapkan adalah kombinasi aktivitas fisik dan intervensi nutrisi, seperti Program Semangat Sehat yang terdiri dari senam sehat dan konsumsi jus semangka. Tujuan: Memberikan edukasi pengendalian tekanan darah melalui penerapan terapi senam hipertensi dan konsumsi jus semangka pada penderita hipertensi. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan 13 Ulu, Kota Palembang dengan melibatkan 30 partisipan yang merupakan masyarakat wilayah Kelurahan 13 Ulu dengan keluhan hipertensi. Sasaran kegiatan ini adalah pemberian edukasi untuk meningkatkan kesadaran, motivasi, dan penerapan pola hidup sehat dalam pengendalian hipertensi. Edukasi diberikan berbasis komunitas dengan pendampingan dan pendekatan komunikasi interaktif. Intervensi diberikan dengan melakukan penerapan senam hipertensi dan pemberian jus semangka. Evaluasi dilakukan dengan pengukuran tekanan darah sebelum kegiatan terapi (pre-test) dan setelah kegiatan terapi (post-test). Hasil pengukuran di analisa untuk melihat efektifitas terapi dalam pengendalian tekanan darah.   Hasil: Mendapatkan data pengukuran tekanan darah pada 30 partisipan sebelum dilakukan intervensi (pre-test) yaitu diperoleh nilai rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 148 mmHg, dengan nilai minimum 99 mmHg dan maksimum 182 mmHg. Sementara itu, rata-rata tekanan darah diastolik sebesar 89.34 mmHg, dengan nilai minimum 66 mmHg dan maksimum 129 mmHg. Setelah dilakukan intervensi (post-test), rata-rata tekanan darah sistolik menurun menjadi 136 mmHg, dengan nilai minimum 95 mmHg dan maksimum 168 mmHg. Sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik menurun menjadi 83.34 mmHg, dengan nilai minimum 60 mmHg dan maksimum 118 mmHg. Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui intervensi program “Semangat Sehat” yang merupakan kombinasi senam hipertensi dan pemberian nutrisi jus semangka dapat membantu menurunkan tekanan darah. Program Semangat Sehat dapat menjadi salah satu alternatif intervensi non-farmakologis yang efektif dalam membantu pengendalian tekanan darah dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Saran: Diharapkan hasil kegiatan ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan materi pelajaran di lembaga pendidikan kesehatan, khususnya terkait intervensi non-farmakologis dalam pengendalian hipertensi, serta menjadi sumber rujukan dalam pengembangan ilmu kesehatan berbasis promotif dan preventif. Penerapan “Program Semangat Sehat” dapat direkomendasikan untuk dilakukan secara rutin dan sehingga berpotensi menjadi strategi sederhana, aman, dan aplikatif dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.
The effect of health education on the anxiety level of families with mentally retarded children Aprilla, Nia; Dekawaty, Ayu; Alini, Alini; Novrika, Bri
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.3057

Abstract

Latar Belakang: Anak-anak dengan disabilitas intelektual sering mengalami keterbatasan dalam fungsi kognitif, yang mengakibatkan berkurangnya kapasitas belajar dan kesulitan dalam beradaptasi dengan ekspektasi sosial. Kondisi ini sering berkontribusi pada kecemasan yang meningkat diantara anggota keluarga, terutama mengenai kondisi anak saat ini dan prospek masa depan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat kecemasan keluarga dengan anak terdiagnosis disabilitas intelektual di SLB Negeri Bangkinang Kota. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain quasi eksperimen tanpa kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan di State Special Needs School Bangkinang Kota pada tanggal 6 Mei 2024. Populasi penelitian terdiri dari 64 keluarga yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25% dari populasi, sehingga diperoleh 16 responden. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil: Hasil uji-T sampel berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik dalam tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi (p= 0,000). Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan pada keluarga dengan anak disabilitas intelektual di SLB Negeri Bangkinang Kota. Oleh karena itu, disarankan agar lembaga pendidikan secara aktif memberikan program pendidikan kesehatan kepada keluarga untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang disabilitas intelektual.