Fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) memegang peranan krusial dalam industri minyak dan gas lepas pantai untuk memproduksi, menyimpan, dan mendistribusikan hasil eksploitasi hidrokarbon. Dalam operasionalnya, sistem perpipaan discharge gas memiliki risiko bahaya yang sangat tinggi. Fluktuasi tekanan (overpressure) yang tidak menentu berpotensi memicu kegagalan mekanis, kebocoran gas metana, hingga ledakan dan kebakaran berskala besar. Oleh karena itu, pengawasan manual atau konvensional dinilai belum cukup. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem proteksi otomatis dengan menggunakan metode Research and Development (R&D), yang berfokus pada tahapan perancangan, pembuatan, serta pengujian prototipe. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi literatur, dan uji eksperimental terhadap respons sensor maupun sistem kontrol. Prototipe yang dirancang mengandalkan pressure transmitter sebagai pembaca tekanan utama, didukung oleh sensor gas MQ-2 dan flame sensor sebagai pengaman berlapis. Seluruh data diproses oleh mikrokontroler ESP32, sementara pemantauan jarak jauh dilakukan secara real-time memanfaatkan antarmuka Internet of Things (IoT) berbasis Node-RED. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membaca tekanan secara akurat dengan tingkat selisih margin hanya ±2% dan latensi data pengiriman 0–1 detik. Saat tekanan simulasi menyentuh titik batas kritis 2 bar, sistem terbukti berhasil merespons dengan cepat untuk secara otomatis mengaktifkan alarm darurat dan menutup solenoid valve guna memutus aliran gas seketika. Kesimpulannya, sistem kendali terintegrasi ini terbukti fungsional dan sangat berpotensi untuk diimplementasikan dalam meningkatkan standar keselamatan operasional pada instalasi pipa discharge gas kapal FPSO.
Copyrights © 2026