Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi sistem INA-TRADE dan Indonesia National Single Window (INSW) pada Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor melalui sintesis teori E-Government dan paradigma Seamless Government. Masalah utama birokrasi perdagangan di Indonesia adalah bertahannya mentalitas silo yang memicu fragmentasi data dan inefisiensi layanan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengevaluasi transformasi pelayanan pasca-integrasi sistem secara horizontal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi tersebut telah berhasil membawa birokrasi Indonesia mencapai tahap kematangan e-government yang lebih tinggi melalui mekanisme Single Submission (SSm) dan kebijakan fiktif positif. Namun, temuan di lapangan juga mengidentifikasi adanya fenomena kejutan digital akibat asimetri infrastruktur teknologi antarinstansi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penghapusan mentalitas silo memerlukan harmonisasi standar teknologi nasional dan penguatan literasi digital aparatur agar tercipta pelayanan publik yang benar-benar tanpa sekat.
Copyrights © 2026