Siregar, Gabriella Dofani Natalia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Minoritas Dan Multikulturalisme: Studi Kasus Sulitnya Izin Pembangunan Gereja Di Cilegon Putri, Bintang Aura Mayesa; Haryanto, Tiara Julianti; Siregar, Gabriella Dofani Natalia; Ummah, Aniqotul
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 7.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas masalah sulitnya mendapatkan izin pembangunan gereja di Kota Cilegon, yang mencerminkan tantangan terhadap kebebasan beragama di Indonesia. Dengan metode kualitatif dan studi kasus, penelitian ini mengungkap beberapa penyebab utama, seperti aturan yang diskriminatif, penolakan dari masyarakat, dan kebijakan lokal yang tidak adil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan ini tidak hanya melanggar konstitusi dan nilai-nilai Pancasila, tetapi juga menimbulkan ketegangan antaragama. Penelitian ini menyarankan perlunya perbaikan aturan, dialog yang inklusif, dan pendidikan tentang keberagaman untuk menciptakan keadilan dan toleransi beragama di Indonesia.
Implementasi Paradigma Seamless Government dalam Memaksimalkan Pelayanan Publik: Studi Kasus Integrasi Sistem Perizinan Ekspor-Impor di Indonesia Handoko, Dewa Nugraha; Viqri, Achmad Aidil; Siregar, Gabriella Dofani Natalia; Ahmad, Fauzan Ramdani; Aji, Muhammad Prakoso
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 20, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v20i2.8648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi sistem INA-TRADE dan Indonesia National Single Window (INSW) pada Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor melalui sintesis teori E-Government dan paradigma Seamless Government. Masalah utama birokrasi perdagangan di Indonesia adalah bertahannya mentalitas silo yang memicu fragmentasi data dan inefisiensi layanan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengevaluasi transformasi pelayanan pasca-integrasi sistem secara horizontal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi tersebut telah berhasil membawa birokrasi Indonesia mencapai tahap kematangan e-government yang lebih tinggi melalui mekanisme Single Submission (SSm) dan kebijakan fiktif positif. Namun, temuan di lapangan juga mengidentifikasi adanya fenomena kejutan digital akibat asimetri infrastruktur teknologi antarinstansi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penghapusan mentalitas silo memerlukan harmonisasi standar teknologi nasional dan penguatan literasi digital aparatur agar tercipta pelayanan publik yang benar-benar tanpa sekat.