Journal of Medical Science; Jurnal Ilmu Medis Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh
Vol 7 No 1 (2026): Journal of Medical Science

Perbandingan Program Rehabilitasi Jantung Terpusat (Tersupervisi) dengan Rehab Jantung Mandiri Terhadap Kapasitas Fungsional ada Penderita Penyakit Jantung Koroner Pasca Intervensi Koroner Per Kutan

Heriansyah, Teuku (Unknown)
Fithriany (Unknown)
Lestari, Inda (Unknown)
Suciana (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2026

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) termasuk salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Intervensi koroner per kutan (IKP) merupakan prosedur untuk melebarkan arteri yang menyempit sehingga aliran darah ke jantung dapat normal kembali. Prosedur  ini  merupakan terapi definitif untuk mengatasi PJK. Namun setelah menjalani IKP pasien mengalami penurunan dalam aktivitas fisik dan stamina. Program rehabilitasi jantung yang terstruktur membantu pasien untuk secara bertahap meningkatkan aktivitas fisik mereka melalui latihan yang aman dan efektif, sehingga dapat memperbaiki fungsi kardio-pulmonal, daya tahan tubuh serta meningkatkan kapasitas fungsional dan kualitas hidup. Rehabilitasi jantung dapat dilakukan secara terpusat dengan pengawasan profesional kesehatan atau secara mandiri oleh pasien yang dilakukan di rumah. Untuk membandingkan efektivitas program rehabilitasi jantung terpusat dengan program rehabilitasi jantung mandiri terhadap kapasitas fungsional pasien pasca IKP. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi-eksperimental. Subjek penelitian dibagi dalam dua kelompok, yaitu satu kelompok menjalani program rehabilitasi jantung terpusat yang dilaksanakan di unit rehabilitasi jantung RSUDZA dan kelompok lainnya melakukan rehabilitasi jantung mandiri di rumah. Subjek penelitian terdiri dari pasien yang telah menjalani intervensi koroner per kutan dan memenuhi kriteria inklusi. Uji paired samples t-test menunjukkan peningkatan kapasitas fungsional yang signifikan pada kedua kelompok dengan nilai rata-rata 6MWT akhir lebih tinggi daripada 6MWT awal dengan p value <0.0001 (<0.05), menandakan bahwa program rehabilitasi jantung baik terpusat maupun mandiri efektif meningkatkan kapasitas fungsional pasien. Selain itu, hasil uji menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dalam peningkatan kapasitas fungsional pasien pada kelompok rehabilitasi jantung terpusat (tersupervisi) dengan kelompok rehabilitasi jantung mandiri dengan p value 0.058. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua modalitas rehabilitasi jantung memberikan manfaat yang serupa dalam perbaikan kapasitas fungsional pada pasien PJK pasca IKP, memberikan fleksibilitas dalam pilihan program rehabilitasi berdasarkan preferensi dan kesediaan pasien, sehingga memudahkan pasien yang ingin menjalani rehabilitasi jantung.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JMS

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Dentistry Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Journal of Medical Science (JMS; Jurnal Ilmu Medis Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, Banda Aceh) ISSN 2721-7884 diterbitkan oleh Divisi LITBANG Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, Banda Aceh sejak bulan April 2020. Journal of Medical Science terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan ...