Parfum merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, baik secara sosial, budaya, maupun agama. Dalam Islam, penggunaannya termasuk sunnah Rasulullah SAW, sehingga memiliki nilai religius penting. Selain penunjang penampilan, parfum dapat menjadi media pembelajaran kontekstual untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada siswa. Namun, mayoritas pendidik di Sekolah Qur’an Ibnu Katsir belum memiliki keterampilan membuat parfum yang aman dan sesuai syariat. Keterampilan ini diperlukan untuk mendukung pembelajaran kreatif berbasis pengalaman. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui workshop pembuatan parfum islami menggunakan bahan halal dan alami seperti essential oil, fragrance oil, dan etanol food grade. Program dirancang secara partisipatif melalui empat tahap: perumusan masalah, persiapan, pelaksanaan workshop, serta evaluasi menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil evaluasi kuesioner menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar ±48,73% disertai peningkatan kemampuan para pendidik dalam mempraktikkan pembuatan parfum Islami sederhana sesuai prinsip kehalalan, Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pembuatan parfum Islami memiliki potensi yang kuat untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah sebagai media pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan sains, kreativitas, dan nilai-nilai Islam.
Copyrights © 2026